Laut Luas Buruh Berkumpul Rayakan Hari Buruh di Monas

oleh -9 Dilihat
Laut Luas Buruh Berkumpul Rayakan Hari Buruh di Monas

KabarDermayu.com – Kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta dipadati ribuan buruh sejak dini hari, Jumat, 1 Mei 2026, untuk merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day.

Ribuan buruh ini datang dari berbagai penjuru Indonesia, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menyuarakan aspirasi mereka.

Mereka tiba dengan beragam moda transportasi, seperti bus, kereta api, hingga sepeda motor, membawa spanduk dan bendera serikat pekerja yang menandakan identitas mereka.

Suasana kawasan Monas perlahan berubah menjadi lautan manusia, dihiasi warna-warni atribut serikat buruh yang berpadu dengan teriknya matahari pagi.

Di tengah keramaian itu, terpancar semangat yang tak surut meski wajah-wajah menunjukkan kelelahan akibat perjalanan jauh.

Rudi (34), seorang buruh pabrik tekstil asal Bekasi, Jawa Barat, mengaku berangkat sejak subuh demi mengikuti peringatan May Day tahun ini.

“Saya berangkat jam 4 pagi, bareng teman-teman satu pabrik. Capek pasti, tapi ini momen penting buat kami. Setahun sekali kita bisa bersuara langsung di sini,” tuturnya.

Baca juga di sini: Menkominfo Ingatkan Platform Digital Soal Kewajiban Evaluasi Mandiri, Tenggat 6 Juni

Tidak hanya dari wilayah penyangga Jakarta, buruh dari luar pulau pun turut hadir memeriahkan acara di Monas.

Siti (29), pekerja sektor retail asal Lampung, menyatakan bahwa perjalanan panjang tidak menyurutkan niatnya untuk berpartisipasi.

“Kami naik bus hampir 10 jam. Ini pertama kali saya ikut May Day di Jakarta. Harapannya sih pemerintah lebih dengar suara buruh, terutama soal upah dan jaminan kerja,” ungkapnya.

Di sisi lain lapangan, terlihat kelompok buruh dari Jawa Timur yang membentangkan spanduk besar.

Agus (41), seorang buruh manufaktur asal Surabaya, menilai May Day bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah momentum konsolidasi bagi para pekerja.

“Kami datang dari jauh bukan untuk jalan-jalan. Ini soal masa depan kami. Harga kebutuhan naik terus, tapi upah kadang nggak sebanding. Jadi kami ingin ada perubahan nyata,” tegasnya.

Panggung utama di Monas dimeriahkan oleh penampilan musisi ibu kota, termasuk Band Kotak dan Band Tipe-X.

Suara pengeras suara menggema, disambut dengan tepuk tangan dan nyanyian dari ribuan massa yang hadir.

Meskipun cuaca sedikit mendung, para buruh tetap bertahan mengikuti jalannya acara.

Sebagian dari mereka duduk di tepi lapangan, sementara yang lainnya berdiri sambil mengibarkan bendera.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diperkirakan sekitar 400 ribu orang memadati kawasan Monas dalam peringatan May Day tahun ini.

Jumlah peserta yang signifikan ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari buruh hingga pengemudi ojek online.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengonfirmasi bahwa lebih dari 200 ribu peserta berasal dari kalangan buruh.

Sisa peserta lainnya merupakan elemen masyarakat lain, termasuk para pengemudi ojek online yang juga turut berpartisipasi dalam peringatan ini.

Acara ini menunjukkan solidaritas dan kekuatan kolektif para pekerja dalam menyuarakan tuntutan mereka terhadap perbaikan kesejahteraan dan kondisi kerja.