Edy Kusnadi Tingkatkan Layanan Digital dan Percepat Kredit UMKM

oleh -6 Dilihat
Edy Kusnadi Tingkatkan Layanan Digital dan Percepat Kredit UMKM

KabarDermayu.com – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) kini telah resmi bertransformasi menjadi perseroan daerah (Perseroda) sejak Agustus 2025.

Perubahan status ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan BUMD milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menghadapi era transformasi digital. Bank Kalbar berupaya memperkuat fondasi layanan berbasis teknologi yang tidak hanya andal dan efisien, tetapi juga sesuai dengan standar global.

Salah satu langkah konkret dalam persiapan ini adalah penguatan IT Service Management. Bank Kalbar mengadopsi kerangka kerja Information Technology Infrastructure Library (ITIL) dan standar ISO/IEC 20000. Upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen Bank Kalbar untuk memperkuat tata kelola teknologi informasi, sebuah aspek yang kian krusial di tengah pesatnya akselerasi digital dalam dunia perbankan.

Penguatan sistem manajemen layanan IT yang terstandar ini dinilai sangat penting. Tujuannya adalah untuk menopang kinerja bisnis bank secara berkelanjutan. Selain itu, ini juga memastikan kepatuhan terhadap berbagai regulasi yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik.

Baca juga di sini: Dolar AS Menguat: Dua Faktor Utama Penyebab Rupiah Melemah Signifikan

Dari sisi kinerja, Bank Kalbar mencatatkan hasil yang positif sepanjang tahun buku 2025. Bank ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp511 miliar. Kontribusi dividen yang diserahkan kepada pemerintah daerah pun signifikan, mencapai Rp135,8 miliar.

Kesehatan finansial Bank Kalbar juga terlihat dari beberapa indikator kunci lainnya. Risiko kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) tercatat rendah, dengan NPL Gross sebesar 1,85 persen dan NPL Net sebesar 0,58 persen. Efisiensi operasional juga terjaga baik, terbukti dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 69,94 persen.

Permodalan bank juga sangat kuat, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 36,97 persen. Profitabilitas yang stabil terlihat dari Return on Assets (ROA) sebesar 2,61 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 12,28 persen. Sementara itu, likuiditas Bank Kalbar tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 85,59 persen.

Total aset Bank Kalbar per akhir tahun lalu tercatat sebesar Rp27,68 triliun. Dari jumlah tersebut, aset produktif yang menghasilkan pendapatan mencapai Rp26,75 triliun.

Dalam upaya memperkuat kepemimpinan, BUMD ini secara resmi telah menunjuk Edy Kusnadi sebagai calon direktur utama. Penunjukan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada 11 Februari 2026.

Harapannya, dengan kepemimpinan baru, Bank Kalbar dapat semakin memperkuat dukungannya terhadap program-program pemerintah. Peran bank daerah ini diharapkan semakin vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan Barat.

“Kondisi Bank Kalbar saat ini sangat sehat, hal ini dapat dilihat dari kinerja keuangan yang telah dicapai sepanjang tahun 2025,” ujar seorang sumber terkait.

Lebih lanjut, upaya Bank Kalbar dalam berkontribusi pada peningkatan ekonomi daerah juga terlihat jelas melalui penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga 31 Maret 2026, total penyaluran kredit UMKM telah mencapai Rp2,93 triliun, yang dinikmati oleh sekitar 19 ribu nasabah.

Edy Kusnadi menjelaskan lebih lanjut mengenai strategi penyaluran kredit UMKM. “Penambahan kredit UMKM akan tetap kami lakukan dengan menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi. Kami juga akan memperkuat fungsi kepatuhan dan melaksanakan audit secara berkala sebagai bagian dari penerapan ‘three lines of defense’,” jelasnya.