KabarDermayu.com – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya sawit sebagai komoditas strategis nasional. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program yang melibatkan perusahaan anggota, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan.
Sawit memiliki peran krusial dalam penyerapan tenaga kerja, memacu pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Pemahaman ini menjadi fokus utama dalam kegiatan yang digelar untuk menyasar kalangan pelajar.
Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Sobat Sawit (Soswit) Goes To School Sulawesi di SMK Negeri 1 Pasangkayu, Sulawesi Barat, pada Senin, 4 Mei 2026. Acara ini mengusung tema “Sawit Itu Dekat: Ngasih Kerja, Ngegerakin Ekonomi, Bangun Daerah”.
Pembukaan kegiatan ini dilakukan secara resmi oleh Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa. Lebih dari 280 siswa dan guru dari berbagai Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di Kabupaten Pasangkayu turut hadir dalam acara tersebut.
Dony Yoga Perdana, selaku Ketua GAPKI Cabang Sulawesi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia berharap kegiatan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi kaum muda di Pasangkayu.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara GAPKI dengan salah satu perusahaan anggotanya, PT Pasangkayu, serta mendapat dukungan dari pihak lain.
Dony Yoga Perdana menjelaskan bahwa melalui program ini, GAPKI bertujuan untuk menyajikan edukasi mengenai kelapa sawit yang lebih mudah diakses, interaktif, dan relevan bagi generasi muda, khususnya para pelajar tingkat SMA/SMK. Hal ini disampaikan dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 4 Mei 2026.
Baca juga: Mengenal Hantavirus, Virus Mematikan yang Tewaskan Tiga Orang di Kapal Pesiar
Bupati Pasangkayu, Yaumil Ambo Djiwa, dalam sambutannya menegaskan kembali peran strategis sektor kelapa sawit dalam pembangunan daerah. Ia menyoroti kontribusi sektor ini dalam penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, dan pertumbuhan sektor pendukung lainnya di tingkat lokal.
Bupati berharap para siswa dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai kelapa sawit. Pengetahuan ini mencakup proses budidaya, manfaat ekonomi, hingga praktik pengelolaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ia berpesan agar para siswa dapat menjadi “sobat sawit” yang cerdas, kreatif, dan peduli terhadap lingkungan.
Failur Rahman, seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako, Palu, turut menambahkan perspektifnya. Ia menyatakan bahwa kelapa sawit menyumbang hingga 90 persen dari total ekspor Provinsi Sulawesi Barat, menunjukkan betapa vitalnya komoditas ini bagi masyarakat setempat.
Failur Rahman juga menekankan pentingnya generasi muda untuk bersikap kritis dalam menerima informasi. Ia mengimbau agar tidak mudah termakan oleh berita yang keliru dan selalu melakukan validasi informasi.
Kegiatan ini sejalan dengan berbagai program prioritas yang dijalankan oleh BPDP. Program-program tersebut meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan beasiswa, kegiatan penelitian, serta upaya promosi dan kemitraan.
Seluruh program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, daya saing, serta memaksimalkan manfaat ekonomi dari sektor kelapa sawit bagi masyarakat luas.





