Ciri-Ciri Petugas Pendorong Kursi Roda Jemaah Haji yang Sah

oleh -6 Dilihat
Ciri-Ciri Petugas Pendorong Kursi Roda Jemaah Haji yang Sah

KabarDermayu.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah calon haji Indonesia untuk memanfaatkan jasa pendorong kursi roda resmi saat melaksanakan ibadah umrah wajib di kawasan Masjidilharam. Langkah ini diambil demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah selama beribadah.

Ridwan Siswanto, Kepala Seksi Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH) dan Jamaah Lansia-Disabilitas Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, menekankan adanya risiko besar jika jemaah menggunakan jasa pendorong ilegal. Risiko tersebut mencakup penelantaran jemaah.

Ia menjelaskan bahwa apabila terjadi razia oleh petugas keamanan setempat, pendorong ilegal yang tertangkap atau melarikan diri akan langsung meninggalkan jemaah di lokasi razia. Hal ini tentu akan menimbulkan stres dan ketidaknyamanan bagi jemaah calon haji yang terlantar.

Untuk menghindari kejadian serupa, Ridwan mengimbau jemaah calon haji agar cermat dalam mengenali ciri-ciri pendorong kursi roda resmi di Masjidilharam. Identifikasi yang tepat dapat menjadi kunci keselamatan dan kelancaran ibadah.

Baca juga: Perang AS-Iran Memberi Keuntungan Unik bagi Tiongkok, Rusia, dan Korut

Ciri pertama dan terpenting adalah pendorong kursi roda resmi wajib memiliki kartu izin yang disebut ‘tasreh’. Kartu ini berfungsi sebagai identitas resmi mereka. Jemaah harus memastikan pendorong yang digunakan benar-benar memiliki kartu tasreh, karena banyak oknum ilegal yang mencoba mengelabui dengan mengenakan rompi yang mirip.

Ciri kedua adalah seragam yang dikenakan. Pendorong resmi yang bertugas pada sif pagi mengenakan rompi berwarna merah marun. Sementara itu, pendorong resmi yang bertugas pada sif sore dan malam hari menggunakan rompi berwarna abu-abu.

Ridwan menambahkan bahwa praktik pendorong ilegal seringkali melibatkan warga lokal maupun warga negara Indonesia yang sudah lama bermukim di Arab Saudi. Oleh karena itu, pengecekan identitas resmi secara teliti menjadi sangat krusial demi keselamatan jemaah dari potensi razia.

Sebagai upaya mitigasi tambahan, layanan PKP2JH bersama tim lansia dan disabilitas telah meluncurkan sebuah program baru bernama kartu kendali. Program ini dirancang khusus untuk memudahkan jemaah calon haji, terutama kelompok rentan seperti lansia dan disabilitas, dalam mendapatkan layanan pendorong resmi yang aman.

Kartu kendali ini diharapkan dapat mempermudah jemaah dalam mengakses layanan pendorong resmi sejak dari titik kedatangan mereka, seperti terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah, hingga menuju kawasan Masjidilharam. Dengan demikian, perjalanan ibadah dapat berjalan lebih lancar dan terjamin.