KabarDermayu.com – Pembelajaran eksekutif kini mengadopsi model yang lebih fleksibel dan adaptif, dengan tren baru berupa hybrid learning. Pendekatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan para pemimpin bisnis di tengah lanskap industri yang terus berubah dengan cepat.
Direktur Global Stanford Seed, Jeffrey S. Prickett, menjelaskan bahwa program yang mereka tawarkan berfokus pada dampak nyata, bukan sekadar teori. Ia menekankan pentingnya pembelajaran yang dapat langsung diaplikasikan pada tantangan yang dihadapi pelaku usaha sehari-hari.
“Kami menghadirkan dosen Stanford GSB dan penasihat lokal yang memiliki pengalaman luas, berhadapan langsung dengan tantangan spesifik yang dihadapi CEO setiap hari. Karena kami melibatkan tim manajemen, bukan hanya CEO, pembelajaran ini akan meluas dan tidak terbatas pada satu individu saja,” ujar Jeffrey, seperti dikutip pada Selasa, 5 Mei 2026.
Jeffrey menambahkan bahwa pendekatan ini terbukti mampu mentransformasi cara tim kepemimpinan dalam berpikir dan membuat keputusan. Perubahan yang terjadi secara kolektif di dalam organisasi dinilai jauh lebih efektif.
Program yang digagas oleh Stanford Graduate School of Business ini mengintegrasikan beberapa metode pembelajaran. Mulai dari sesi kelas yang intensif, pembelajaran virtual, hingga lokakarya langsung di lingkungan perusahaan. Model hybrid ini memungkinkan peserta untuk tetap menjalankan operasional bisnis mereka sambil secara bertahap menerapkan strategi yang dipelajari.
Selain menawarkan fleksibilitas, pendekatan hybrid learning ini juga sangat relevan dengan tuntutan bisnis modern yang mengharuskan adaptasi cepat. Para peserta tidak hanya dibekali pemahaman konsep, tetapi juga didorong untuk segera mengimplementasikan strategi tersebut dalam operasional perusahaan mereka.
Selama mengikuti program, peserta akan mendalami berbagai modul inti. Modul-modul ini mencakup strategi bisnis, operasional, hingga pengembangan kepemimpinan. Seluruh proses ini akan bermuara pada penyusunan rencana transformasi yang berfungsi sebagai peta jalan untuk pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Program ini dirancang berlangsung selama 10 bulan dengan menggunakan metode pembelajaran hybrid. Kombinasi sesi daring dan tatap muka ini memberikan keluwesan bagi peserta. Komitmen waktu yang diperlukan setiap minggunya dirancang agar tetap fleksibel, memungkinkan peserta untuk tetap menjalankan bisnis mereka.
Di akhir program, para peserta akan mendapatkan akses ke jaringan alumni global. Jaringan ini tersebar di berbagai negara berkembang, membuka peluang kolaborasi yang luas dan memperluas pemahaman terhadap berbagai praktik bisnis global.
Baca juga: Tokoh Adat Sorong dan PSI Jajaki Kerja Sama Pembangunan Papua Barat Daya
Pendekatan pembelajaran yang terintegrasi langsung dengan praktik bisnis ini merefleksikan pergeseran paradigma dalam pengembangan eksekutif saat ini. Fokusnya tidak lagi semata-mata pada teori, melainkan lebih berorientasi pada implementasi nyata dan pencapaian hasil yang terukur.





