Sinergi Pusat-Daerah Kunci Hadapi Tantangan Global dan Perkuat Daya Saing Nasional

oleh -6 Dilihat
Sinergi Pusat-Daerah Kunci Hadapi Tantangan Global dan Perkuat Daya Saing Nasional

KabarDermayu.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan bahwa kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah merupakan fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memperkuat daya saing bangsa Indonesia. Sinergi ini dinilai krusial untuk mempercepat pencapaian program-program prioritas pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bima Arya saat memberikan sambutan dalam Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri yang diselenggarakan di Hotel Platinum Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Selasa, 5 Mei 2026. Forum ini secara khusus mengangkat tema yang relevan dengan kondisi saat ini, yaitu “Sinergi Daerah dalam Menjawab Tantangan dengan Fokus pada Percepatan Penurunan Pengangguran, Kemiskinan, dan Stunting, Pengendalian Inflasi, serta Penguatan Skema Pembiayaan Kreatif.”

Dalam paparannya, Bima Arya menyoroti betapa kompleksnya permasalahan yang kini dihadapi oleh para kepala daerah. Tantangan yang dihadapi tidak hanya terbatas pada isu-isu lokal, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan global serta arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan di tingkat nasional.

Ia menguraikan bahwa tantangan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari tekanan ekonomi global seperti fluktuasi harga energi dan lonjakan inflasi, dinamika kebijakan nasional yang seringkali menyertakan berbagai program prioritas, hingga tuntutan masyarakat di tingkat daerah yang mengharapkan pemenuhan janji politik kepala daerah dan peningkatan kualitas pelayanan dasar. Situasi yang multidimensional ini menuntut para kepala daerah untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi serta kapasitas eksekusi yang kuat.

Baca juga: Ahmad Dhani Sibuk Ungkit Masa Lalu, Maia Estianty Puji Suami dengan Tenang

“Saat ini, sebagai seseorang yang pernah merasakan langsung betapa tidak mudahnya memimpin sebuah daerah, saya sangat memahami betul perasaan para kepala daerah, baik itu bupati, wali kota, maupun gubernur,” ujar Bima Arya, menggambarkan kedalaman pemahamannya terhadap dinamika pemerintahan daerah.

Lebih lanjut, Bima Arya menegaskan pentingnya penerapan konsep *statecraft* dalam setiap aspek tata kelola pemerintahan. Konsep ini mencakup kemampuan seorang pemimpin untuk berpikir secara strategis, terampil dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan, dan yang terpenting, memiliki integritas yang kokoh dan dapat dipercaya oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kita memerlukan cara baru dalam mengelola negara, yang menuntut adanya para pemimpin yang andal, memiliki keterampilan yang mumpuni, dan kecerdasan yang tajam,” tegasnya lebih lanjut.

Selain itu, Bima Arya juga mendorong adanya penguatan kolaborasi lintas sektoral yang lebih dinamis dan fleksibel. Kolaborasi semacam ini sangat dibutuhkan, terutama dalam upaya pengendalian inflasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta optimalisasi berbagai skema pembiayaan pembangunan, termasuk melalui pendekatan-pendekatan kreatif yang inovatif.

Ia menyampaikan harapan besar agar forum ini dapat menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan. Dengan demikian, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah tidak hanya sebatas koordinasi formal di atas kertas, melainkan benar-benar mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat.