Polisi dan Dishub Diminta Atur Parkir Blok M yang Semrawut

oleh -6 Dilihat
Polisi dan Dishub Diminta Atur Parkir Blok M yang Semrawut

KabarDermayu.com – Kondisi lalu lintas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada malam hari dilaporkan mengalami kekacauan akibat menjamurnya praktik parkir liar.

Sejumlah kendaraan pengunjung yang hendak menikmati wisata kuliner bahkan dilaporkan sampai memakan badan jalan. Situasi ini terlihat jelas di area depan gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Kepala Sudinhub Jakarta Selatan, Bernad Pasaribu, menjelaskan bahwa area kuliner kaki lima di Blok M sebenarnya merupakan wilayah parkir binaan Dishub. Namun, penempatan parkir tersebut seharusnya tidak sampai meluas ke depan kantor pemerintahan.

Menanggapi situasi ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak agar Ditlantas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta segera melakukan penertiban secara menyeluruh.

“Meskipun Blok M dikenal sebagai pusat kuliner dengan perputaran ekonomi yang tinggi, ketidakaturan seperti ini tidak boleh dibiarkan. Parkir yang memakan badan jalan, bahkan sampai ke depan instansi vital seperti Kejagung, jelas memerlukan penertiban,” ujar Sahroni dalam keterangannya pada Rabu, 6 Mei 2026.

Sahroni menambahkan bahwa Dishub perlu melakukan penataan parkir yang lebih rapi. Sementara itu, Ditlantas Polda Metro Jaya diharapkan memimpin upaya penertiban di lapangan.

Selain aspek ketertiban, Sahroni juga menyoroti maraknya praktik parkir liar yang memberlakukan tarif seenaknya. Hal ini dikeluhkan membuat masyarakat merasa kurang nyaman.

“Banyak laporan mengenai juru parkir liar yang diduga membuka lahan parkir secara sembarangan dan menetapkan tarif sesuka hati. Ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat dan merusak citra kawasan tersebut,” tegas Sahroni.

Baca juga: Perpanjangan Masa Penahanan Richard Lee, Apakah Akan Dipindahkan?

Ia menekankan agar masyarakat yang datang untuk menikmati kuliner tidak dibebani dengan pungutan parkir yang tidak wajar. Oleh karena itu, Sahroni meminta agar Dishub dan Ditlantas bersikap serius dalam menertibkan praktik-praktik tersebut.