Rusia Siapkan Ribuan Drone Canggih untuk Bantu Iran, Dokumen Rahasia Bocor

oleh -6 Dilihat
Rusia Siapkan Ribuan Drone Canggih untuk Bantu Iran, Dokumen Rahasia Bocor

KabarDermayu.com – Dokumen rahasia yang bocor mengungkap rencana besar Rusia untuk mendukung Iran dalam menghadapi potensi serangan terhadap pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah. Laporan tersebut, yang dikutip oleh The Economist, menyatakan bahwa Moskow berencana untuk memasok Iran dengan ribuan drone canggih.

Bantuan yang diusulkan mencakup lima ribu unit drone serat optik jarak pendek, serta sejumlah drone jarak jauh yang dilengkapi dengan panduan satelit. Selain pengiriman perangkat keras, Rusia juga menawarkan pelatihan intensif bagi personel militer Iran untuk mengoperasikan kedua jenis drone tersebut.

Penemuan ini menjadi bukti kuat pertama yang menunjukkan kesiapan Rusia untuk menyediakan senjata inovatif dalam skala besar kepada Teheran. Pasokan semacam itu berpotensi meningkatkan ancaman dan menimbulkan korban yang signifikan bagi Amerika Serikat beserta sekutunya di kawasan tersebut.

Rencana pengiriman drone ini diyakini merupakan bagian dari proposal komprehensif yang dirancang oleh GRU, badan intelijen militer Rusia. Proposal tersebut terdiri dari sepuluh halaman dan dilengkapi dengan enam diagram serta peta pulau-pulau strategis di lepas pantai Iran.

The Economist memperkirakan dokumen ini disusun dalam enam minggu pertama konflik. Periode tersebut bersamaan dengan tingginya kekhawatiran tentang kemungkinan Presiden Donald Trump mengerahkan pasukan darat untuk menyerang Iran, termasuk potensi pendudukan Pulau Kharg, pusat vital untuk ekspor minyak Iran.

Namun, hingga kini belum ada konfirmasi pasti apakah proposal tersebut telah diserahkan kepada Iran atau apakah Rusia telah mengirimkan drone-drone yang dimaksud ke Teheran.

Pakar intelijen Rusia, Christo Grozev, menyatakan bahwa proposal tersebut konsisten dengan indikasi peningkatan kerja sama militer antara Rusia dan Iran di kawasan. Ia juga menambahkan bahwa rencana ini selaras dengan bukti-bukti lain yang menunjukkan upaya GRU untuk memperluas dukungan Rusia kepada Iran dalam menghadapi potensi konflik dengan AS dan Israel.

Dugaan Bantuan Lain Rusia untuk Iran

Hampir sebulan setelah perang dimulai pada akhir Maret, pejabat intelijen Barat telah mengklaim bahwa Moskow sedang mempersiapkan pengiriman versi terbaru dari drone jarak jauh tipe Shahed kepada Iran.

Sebagai informasi, Rusia pertama kali memperoleh drone Shahed dari Iran pada tahun 2022. Sejak itu, Rusia telah mengembangkan dan memproduksi sendiri drone tersebut dengan berbagai peningkatan teknologi pada tahun 2023.

Versi buatan Rusia dilaporkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghindari sistem pertahanan udara musuh dan dapat membawa muatan yang lebih besar. Meskipun demikian, peningkatan ini tidak dianggap sebagai perubahan drastis dalam kemampuan tempur dasarnya.

Berbeda dengan drone jarak jauh, drone serat optik jarak pendek buatan Rusia memang memiliki kelincahan manuver yang lebih terbatas. Namun, keunggulannya terletak pada kemampuannya mengirimkan gambar video yang sangat tajam.

Selain itu, drone ini tidak memancarkan sinyal radio yang dapat dilacak oleh musuh untuk mengidentifikasi lokasi operatornya. Hal ini menciptakan apa yang disebut sebagai ‘zona abu-abu’, di mana serangan dapat dilancarkan secara berkelanjutan tanpa mudah terdeteksi.

Pengendalian drone ini tidak bergantung pada sinyal radio yang rentan terhadap jamming. Sebaliknya, drone ini dikontrol langsung oleh operator manusia melalui kabel tipis yang terentang di belakang drone selama penerbangan. Teknologi ini memungkinkan serangan yang presisi hingga jarak lebih dari 40 kilometer.

Dalam perkembangan terbaru, drone serat optik ini telah dilaporkan muncul di Lebanon, digunakan oleh kelompok Hizbullah untuk menyerang pasukan Israel. Pejabat Israel mengonfirmasi bahwa Hizbullah menerima drone tersebut melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Namun, menurut laporan The Economist, mereka tidak dapat memastikan apakah Rusia merupakan sumber awal dari teknologi drone serat optik tersebut.

Bagian Lain dari Rencana Rahasia Rusia

Melansir dari laman NDTV pada Sabtu, 9 Mei 2026, rencana rahasia Rusia juga mencakup pengiriman drone jarak jauh yang dipandu satelit, dilengkapi dengan terminal Starlink.

Rusia sebelumnya telah menggunakan drone jenis ini untuk menghindari atau menyerang sistem pertahanan udara di Ukraina. Namun, pada awal tahun ini, miliarder teknologi Elon Musk memberlakukan pembatasan akses Starlink bagi pasukan Rusia.

Pembatasan ini dilakukan dengan memblokir seluruh terminal yang beroperasi di Ukraina, kecuali yang termasuk dalam daftar khusus yang disetujui oleh pemerintah Ukraina. Akibatnya, Moskow kini mempertimbangkan penggunaan drone semacam itu di Timur Tengah, di mana pembatasan serupa belum diberlakukan.

Selain pengiriman senjata, Rusia juga dikabarkan berencana untuk melatih pasukan Iran dalam penggunaan peralatan tempur buatan Moskow.

Analisis The Economist menunjukkan bahwa Rusia berniat merekrut operator drone dari kalangan sekitar 10.000 mahasiswa Iran yang saat ini sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas di Rusia.

Kelompok lain yang juga dipertimbangkan untuk direkrut adalah warga Tajik, yang memiliki kemampuan berbahasa Rusia dan Persia. Selain itu, komunitas minoritas Alawi di Suriah yang masih memiliki loyalitas terhadap rezim terguling Bashar al-Assad juga menjadi target rekrutmen.

Baca juga: Erin Laporkan Mantan ART, Tuntutannya Terungkap

Menurut proposal tersebut, seluruh calon operator akan menjalani pemeriksaan ketat untuk memastikan tingkat loyalitas mereka dan mengonfirmasi bahwa mereka tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok ekstremisme agama.