Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122,17 Miliar kepada Pemegang Saham

oleh -6 Dilihat
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122,17 Miliar kepada Pemegang Saham

KabarDermayu.com – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) telah mengumumkan persetujuan pembagian dividen tunai sebesar Rp122,17 miliar kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dilaksanakan di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026.

Keputusan pembagian dividen ini didasarkan pada kinerja keuangan perusahaan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasinya, Raharja Energi Cepu berhasil membukukan laba bersih sebesar US$15,2 juta, yang setara dengan sekitar Rp264 miliar jika menggunakan estimasi kurs Rp17.370 per dolar AS. Capaian laba bersih ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Menariknya, lonjakan laba bersih ini terjadi meskipun total pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Pendapatan perseroan tercatat turun 14,6 persen menjadi US$49,3 juta atau sekitar Rp856,34 miliar. Penurunan pendapatan ini disebabkan oleh beberapa faktor eksternal, termasuk pelemahan harga minyak dunia dan penurunan volume produksi yang menjadi sumber pendapatan utama perusahaan.

Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen kepada para investor yang telah menanamkan modalnya, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai. Total dividen tunai yang disetujui adalah sebesar US$7.030.580, atau jika dikonversikan ke dalam Rupiah menjadi Rp122.177.421.000, dengan asumsi kurs Rp17.378 per dolar AS pada tanggal 4 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, setiap unit saham akan memberikan keuntungan (cuan) sebesar Rp45 kepada pemegang saham.

Manajemen Perseroan menyatakan bahwa pembagian dividen tunai ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk memberikan imbal hasil yang konsisten kepada para investor. Selain itu, pembagian dividen ini juga dilakukan sembari tetap menjaga ruang pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Pernyataan ini dikutip dari website resmi perseroan pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Baca juga: Prabowo Ajak Jenderal TNI Bintang 4 dan 3 Bernyanyi untuk Warga Miangas

Lebih lanjut, manajemen menjelaskan bahwa kesuksesan dalam menjaga profitabilitas dan bahkan meningkatkan pertumbuhan laba di tengah tantangan harga minyak yang fluktuatif dan penurunan volume produksi, merupakan hasil dari strategi efisiensi biaya operasional yang diterapkan secara efektif.

Salah satu indikator efisiensi yang signifikan adalah penurunan beban pokok penjualan atau *cost of goods sold* (COGS) yang tercatat sebesar 29 persen. Dengan adanya efisiensi ini, *adjusted EBITDA* (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang disesuaikan) perusahaan tetap mampu tumbuh positif sebesar 2 persen, mencapai US$30,8 juta. Margin EBITDA pun tetap terjaga pada level yang sehat, di atas 62 persen.

Dari sisi neraca keuangan, total aset emiten dengan kode saham RATU ini menunjukkan peningkatan, mencapai US$76 juta. Total ekuitas perusahaan juga tercatat meningkat, mencapai US$56,6 juta. Rasio utang terhadap ekuitas (*debt to equity ratio* atau DER) perusahaan juga dilaporkan tetap sehat pada level 0,30 kali, yang mengindikasikan struktur permodalan yang stabil.

Secara operasional, kinerja perusahaan ditopang oleh dua blok utama, yaitu Blok Cepu dan Blok Jabung. Kedua blok ini menjadi tulang punggung kinerja perseroan sekaligus menjadi landasan untuk ekspansi lebih lanjut yang akan terus dikejar dalam waktu dekat. Blok Cepu tetap menjadi kontributor terbesar bagi produksi perusahaan, dengan rata-rata produksi mencapai 151 ribu barel minyak per hari (BOPD). Blok ini juga masih memiliki cadangan minyak terbukti dan terduga (*proven and probable reserves* atau 2P) yang signifikan, yaitu sebesar 296 juta barel minyak (MMBO).

Sementara itu, Blok Jabung mencatatkan rata-rata produksi sebesar 49,7 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD). Blok ini juga memiliki cadangan 2P yang cukup besar, yaitu mencapai 243 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi dari kedua blok ini menjadi kunci keberlanjutan operasional dan pertumbuhan Raharja Energi Cepu di masa depan.