KabarDermayu.com – PT ABM Investama Tbk (ABMM) telah mengumumkan rencana pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026.
Dividen tunai yang akan dibagikan berasal dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. Total nilai dividen yang disetujui mencapai 15,5 juta dolar Amerika Serikat, yang jika dikonversikan setara dengan Rp267,05 miliar.
Group Head of Corporate Finance Treasury and Investor Relation ABMM, Mohamad Ditto Ananta Nugraha, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini akan dilaksanakan secara proporsional. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal 8 Mei 2026, yang dikenal sebagai tanggal pencatatan (recording date).
“RUPST memutuskan pembagian dividen senilai US$15.500.000 atau senilai Rp267.057.005.000 yang akan diatribusikan secara proporsional pada tanggal 28 Mei 2026,” ujar Ditto saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Lebih lanjut, Ditto merinci kinerja keuangan perseroan selama tahun 2025. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar 70,6 juta dolar Amerika Serikat.
Selain alokasi untuk dividen tunai, perseroan juga menyisihkan dana sebesar 100 ribu dolar Amerika Serikat untuk cadangan wajib. Dana ini dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT) serta Anggaran Dasar perusahaan.
Sisa dari laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen maupun disisihkan sebagai cadangan wajib akan ditambahkan ke dalam laba ditahan. Dana ini nantinya akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha perseroan di masa mendatang.
Dalam laporan keuangan tahun 2025, pendapatan konsolidasian perseroan mengalami penurunan sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar 1.038,2 juta dolar Amerika Serikat.
Sementara itu, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga menunjukkan tren penurunan, yakni sebesar 21 persen secara tahunan, menjadi 339,4 juta dolar Amerika Serikat.
Meskipun demikian, terdapat perkembangan positif pada sisi ekuitas. Total ekuitas perseroan tercatat meningkat menjadi 880,4 juta dolar Amerika Serikat, naik dari posisi 847,3 juta dolar Amerika Serikat pada tahun sebelumnya.
Posisi kas dan setara kas juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Per akhir 2025, kas dan setara kas perseroan mencapai 200 juta dolar Amerika Serikat, meningkat sekitar 17,6 persen dibandingkan dengan 170 juta dolar Amerika Serikat pada tahun 2024.
Direktur ABMM, Hans Christian Manoe, mengakui bahwa tahun 2025 merupakan periode yang penuh tantangan bagi kinerja operasional perseroan. Ia menyebutkan bahwa berbagai faktor eksternal, termasuk kondisi cuaca ekstrem yang berada di luar kendali perusahaan, turut memengaruhi performa bisnis.
Hans Christian Manoe mengakui adanya penurunan kinerja perseroan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, ia menekankan bahwa perseroan memberikan perhatian besar pada pengelolaan arus kas. Upaya ini berhasil membuat arus kas operasi bersih tidak mengalami perbedaan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Jadi walaupun cash inflownya lebih rendah dibanding 2024, tetapi cashflow operating net-nya itu gak berbeda-beda jauh,” kata Hans.
Di tengah berbagai tantangan eksternal yang dihadapi sepanjang tahun 2025, perseroan tetap konsisten dalam menjalankan strategi efisiensi operasional. Langkah-langkah efisiensi ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga kinerja operasionalnya, termasuk dalam hal volume overburden removal yang tercatat mencapai 235,5 juta BCM.
Baca juga di sini: Warga Geram Lihat Anggota Dishub Berhenti Mendadak Hingga Sebabkan Kecelakaan Beruntun
Direktur Utama ABMM, Achmad Ananda Djajanegara, menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan kemampuan perusahaan dalam mengoptimalkan aset dan sumber daya. Hal ini dilakukan di tengah kondisi pasar yang menantang guna terus memenuhi kebutuhan para pelanggan.





