KabarDermayu.com – Tren sneakers beberapa tahun terakhir identik dengan sol tebal dan siluet chunky yang mencuri perhatian. Namun belakangan, arah mode mulai bergeser, dengan banyak pecinta fashion kini kembali melirik sneakers berdesain low-profile atau sol rendah.
Sneakers dengan sol rendah ini dianggap lebih versatile dan effortless untuk dipadukan ke berbagai gaya. Siluet rampingnya sering terlihat dalam gaya streetwear hingga smart casual, memberikan kesan bersih dan minimalis namun tetap standout.
Dalam dunia fashion, tampilan sederhana justru kini menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang mulai mengandalkan potongan clean dan siluet yang lebih tenang untuk menciptakan kesan stylish, alih-alih tampil penuh detail mencolok.
Lalu, bagaimana cara membuat sneakers sol rendah tetap terlihat menarik dan tidak tenggelam dalam padu padan busana?
Salah satu triknya adalah bermain pada proporsi outfit. Sneakers low-profile biasanya cocok dipadukan dengan celana loose fit, straight cut, atau celana cropped. Hal ini bertujuan agar bentuk sepatu tetap terlihat jelas dan tidak “tenggelam” oleh keseluruhan busana.
Selain itu, pemilihan warna juga berpengaruh besar. Sneakers dengan tone netral seperti hitam, putih gading, atau earth tone lebih mudah dipakai lintas gaya. Warna-warna ini dapat digunakan mulai dari tampilan kasual hingga semi-formal.
Faktor material juga mulai menjadi perhatian penting. Banyak sneakers modern kini mengombinasikan material seperti suede, kulit, hingga detail tekstur tertentu. Tujuannya adalah memberi dimensi visual tanpa perlu desain yang berlebihan.
Tren sneakers low-profile ini pula yang mulai diadopsi oleh sejumlah brand global. Salah satu contohnya adalah Converse yang baru saja memperkenalkan siluet low-profile terbarunya bernama Chuck Taylor Lo.
Model tersebut tampil dengan desain yang lebih rendah dibandingkan siluet Chuck sebelumnya. Hal ini menghadirkan kesan streamlined dan minimalis yang kini sedang digemari di dunia fashion.
Meskipun tampil sederhana, detail khas Chuck Taylor tetap dipertahankan. Ini mencakup lapisan karet di bagian depan, jahitan klasik, hingga branding All Star yang ikonik. Material premium seperti suede dan detail kulit pada bagian tumit juga memberi sentuhan yang lebih refined.
Di sisi lain, tren sneakers low-profile juga dianggap merefleksikan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini. Banyak orang mulai mencari item fashion yang fleksibel, dapat dipakai dari pagi hingga malam tanpa harus mengganti gaya secara drastis.
Baca juga: Bocah di Toraja Meninggal Dunia Akibat Tabrak Moge Saat Pengendara Gagal Freestyle
Oleh karena itu, kenyamanan menjadi faktor penting selain desain. Sneakers dengan konstruksi ringan dan bantalan empuk kini lebih diminati karena mendukung aktivitas harian yang serba cepat.





