Mourinho Ungkap Isi Hatinya Soal AS Roma

oleh -3 Dilihat
Mourinho Ungkap Isi Hatinya Soal AS Roma

KabarDermayu.com – Jose Mourinho baru-baru ini berbagi pandangannya mengenai pengalamannya melatih AS Roma, meskipun hubungannya dengan klub Italia tersebut telah berakhir sejak awal 2024.

Sang pelatih asal Portugal ini mengungkapkan bahwa masa baktinya di Roma meninggalkan kenangan yang mendalam dan sulit untuk dilupakan.

Selama kurang lebih dua setengah musim di Stadio Olimpico, Mourinho berhasil mempersembahkan gelar UEFA Europa Conference League pada tahun 2022. Ia juga memimpin AS Roma hingga ke babak final UEFA Europa League pada tahun 2023.

Namun, perjalanan kariernya bersama klub ibu kota Italia itu harus terhenti lebih cepat dari perkiraan, menyusul pemecatannya meskipun masih memiliki sisa kontrak selama enam bulan.

Bagi Mourinho, AS Roma memiliki posisi yang sangat istimewa dalam jejak kariernya sebagai seorang pelatih.

Ia menggambarkan Roma sebagai “tempat terbaik dalam karier saya,” dan belum pernah merasakan atmosfer yang begitu luar biasa mengelilingi sebuah tim seperti yang ia alami di sana.

Mourinho menambahkan bahwa Stadion Olimpico selalu dipenuhi oleh para penggemar yang memberikan dukungan penuh.

Ketika ditanya apakah tekanan besar di Roma menjadi kendala dalam meraih gelar, Mourinho justru memiliki perspektif yang berbeda.

Ia tidak melihatnya sebagai sebuah “drama,” terutama mengingat betapa luar biasanya perayaan ketika AS Roma berhasil memenangkan trofi Conference League.

Bahkan, ia membandingkan euforia tersebut dengan saat ia memenangkan Liga Champions, dan mengaku belum pernah menyaksikan suasana yang serupa.

Lebih lanjut, Mourinho ingin menegaskan satu poin penting terkait hubungan antara tim dan para pendukung setia mereka.

“Roma saya sudah selesai. Saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi,” ujar Mourinho.

“Sebenarnya satu hal—tidak ada yang boleh menyalahkan fans Roma karena tidak menang. Fans Roma adalah yang selalu mendukung tim, dan tidak ada yang boleh menyentuh mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Mourinho juga memberikan perhatian pada peluang Inter Milan, klub yang saat ini dilatih oleh mantan anak asuhnya, Cristian Chivu.

Ia menyatakan rasa senangnya jika Inter Milan berhasil meraih Scudetto, meskipun saat ia masih melatih Chivu, ia tidak pernah membayangkan bahwa Chivu akan menapaki jalur kepelatihan.

“Saya senang untuk Chivu jika Inter bisa juara, meskipun saat saya melatihnya, saya tidak pernah berpikir dia akan jadi pelatih,” ungkapnya.

Mourinho juga menyampaikan pandangannya yang tajam mengenai tren para pelatih modern.

Ia menilai bahwa Chivu mungkin tidak terlihat ditakdirkan untuk menjadi pelatih pada awalnya, namun ia adalah sosok yang cerdas, terus belajar, dan membangun pengalamannya.

Mourinho secara terbuka menyatakan bahwa banyak orang saat ini menduduki posisi pelatih karena kemampuan mereka dalam “menjual diri.”

Ia juga menekankan, “Dan mari jujur: anggapan bahwa gaya bermain lebih penting daripada hasil adalah kebohongan terbesar dalam sepak bola.”

Meskipun belum secara langsung menghubungi Chivu, Mourinho memilih untuk menunggu momen yang tepat untuk melakukannya.

“Saya belum mengirim pesan kepadanya karena belum pasti secara matematis. Biarkan dia meraih poin yang dibutuhkan, dan saat itu terjadi, saya akan menghubunginya,” jelas Mourinho.

Menariknya, Mourinho juga mengungkapkan bahwa skuad Inter Milan yang berhasil meraih *treble* pada musim 2009/2010 masih aktif berkomunikasi melalui grup WhatsApp.

Marco Materazzi diketahui memegang peran sebagai “admin” dalam grup tersebut.

Di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depannya, termasuk rumor yang mengaitkannya kembali dengan Atletico Madrid, Mourinho menegaskan bahwa fokusnya saat ini berbeda.

Baca juga di sini: Akuatik Indonesia Bahas Pembentukan Asosiasi Polo Air untuk Pengembangan

“Target saya berikutnya adalah membawa Benfica kembali ke Liga Champions,” katanya.