Nenek di Muaraenim Tewas Dibunuh Anak Kandung, Jenazah Dibawa Cucunya ke Hutan

oleh -8 Dilihat
Nenek di Muaraenim Tewas Dibunuh Anak Kandung, Jenazah Dibawa Cucunya ke Hutan

KabarDermayu.com – Sebuah kasus pembunuhan yang sangat mengerikan terjadi di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan. Peristiwa ini menggemparkan warga setempat karena melibatkan anggota keluarga.

Seorang lansia berusia 87 tahun, yang diketahui bernama Palahiyah, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Dugaan kuat mengarah pada anak kandungnya sendiri sebagai pelaku pembunuhan. Lebih mengejutkan lagi, cucu korban juga diduga turut berperan dalam menutupi kasus ini dengan membantu membuang jenazah korban ke dalam hutan.

Menurut keterangan Wakapolres Muaraenim, Komisaris Polisi Toni Arman, pelaku mengaku melakukan tindakan tersebut secara spontan. Hal ini dipicu oleh rasa kesal yang mendalam akibat perlakuan korban yang kerap memarahinya bahkan mencaci makinya sejak kecil. Dendam tersebut ternyata terpendam dan memuncak pada hari kejadian.

Pemicu kejadian terjadi saat korban dan pelaku sedang makan bersama. Korban kembali memarahi pelaku, yang kemudian berujung pada aksi pembunuhan tersebut. Peristiwa ini terungkap pada hari Kamis, 7 Mei 2026.

Awalnya, kasus ini muncul dari laporan cucu korban ke Polsek Gelumbang. Ia melaporkan bahwa neneknya telah hilang dari rumah. Pihak kepolisian segera melakukan upaya pencarian. Pencarian ini akhirnya membuahkan hasil ketika jenazah korban ditemukan sekitar 300 meter di dalam hutan yang terletak di belakang rumahnya.

Kondisi jenazah korban saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Setelah dievakuasi, jenazah tersebut kemudian dibawa untuk dilakukan proses autopsi. Hasil pemeriksaan autopsi inilah yang kemudian mengungkap sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan kuat adanya tindak pembunuhan.

Serangkaian penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian akhirnya berhasil mengungkap dua orang yang diduga kuat terlibat dalam kasus ini. Kedua terduga pelaku tersebut adalah anak kandung korban berinisial N alias E (47 tahun) dan cucu korban berinisial M.I.M alias Y.

Peran N alias E diduga sebagai pelaku utama yang melakukan pembunuhan terhadap ibunya sendiri. Sementara itu, M.I.M alias Y diduga membantu pelaku utama dalam menyembunyikan kejadian tersebut. Ia membantu dengan cara membawa jenazah korban ke dalam hutan untuk dibuang.

Baca juga: IHSG Menguat, Bursa Asia Naik Seiring Lesunya Wall Street Akibat Harga Minyak

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang mendalam, motif di balik pembunuhan sadis ini diduga kuat dipicu oleh dendam lama yang telah dipendam oleh pelaku N alias E terhadap ibunya. Pelaku mengaku bahwa sejak masa kecilnya, ia kerap mendapatkan perlakuan berupa kemarahan dan cacian dari korban.

Titik puncak emosi yang memicu tindakan nekat tersebut terjadi pada tanggal 12 April 2026. Saat itu, korban dan pelaku sedang dalam proses makan bersama. Korban disebut kembali memarahi pelaku, diduga karena pelaku tidak mau mencari kayu bakar. Dalam situasi yang memanas, korban sempat menendang gelas minum milik pelaku.

Situasi kemudian semakin memburuk dan memanas, hingga akhirnya terjadi cekcok mulut antara korban dan pelaku. Pelaku N alias E sempat melayangkan pukulan ke kepala korban menggunakan tangan kosong. Aksi ini terjadi sebelum sempat dilerai oleh cucu korban.

Tak lama setelah kejadian tersebut, saat cucu korban sedang berada di kamar mandi, ia mendengar suara benturan yang sangat keras disertai dengan teriakan. Ketika keluar untuk melihat sumber suara, ia mendapati neneknya sudah dalam keadaan tewas bersimbah darah. Sementara itu, pelaku N alias E hanya terdiam di lokasi kejadian.

Pada malam harinya, setelah kejadian tragis tersebut, cucu korban, Y, berinisiatif untuk membuang jenazah korban ke dalam hutan. Lokasi hutan tersebut diperkirakan berjarak sekitar 300 meter dari rumah mereka. Tindakan ini dilakukan untuk menghilangkan jejak kejahatan dan menciptakan alibi seolah-olah korban meninggal di lokasi tersebut.

Kedua pelaku juga berusaha untuk membersihkan alat bukti yang ada di rumah. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak lain. Keesokan harinya, Y kemudian melaporkan kejadian hilangnya korban ke pihak kepolisian. Laporan inilah yang akhirnya membuka tabir kasus pembunuhan tersebut.

Awalnya, kedua pelaku sempat memberikan bantahan dan mengelak ketika diperiksa oleh penyidik. Namun, dengan adanya temuan-temuan yang kuat dan kejanggalan-kejanggalan yang terungkap, serta keterangan dari saksi kunci yang berhasil ditemukan oleh polisi, kedua pelaku akhirnya tidak dapat mengelak lagi.

Mereka akhirnya mengakui perbuatan mereka yang sebenarnya. Saat ini, kedua terduga pelaku telah berhasil diamankan oleh petugas kepolisian dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian terus mendalami motif dan kronologi lengkap dari kasus pembunuhan sadis ini.