Purbaya: Pelemahan Rupiah Tak Cerminkan Ekonomi RI Memburuk

by -29 Views
Purbaya: Pelemahan Rupiah Tak Cerminkan Ekonomi RI Memburuk

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan penegasan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) tidak serta merta mencerminkan kondisi ekonomi nasional yang memburuk.

Menurut Purbaya, pelemahan rupiah saat ini bukanlah indikasi pemburukan ekonomi domestik. Ia justru mengklaim bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini justru membaik, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

“Untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik,” kata Purbaya dalam sebuah media briefing yang digelar di Gedung BPPK, Jakarta Selatan, pada Jumat, 24 April 2026.

Purbaya menambahkan, Indonesia masih dalam posisi yang kuat jika dibandingkan dengan negara-negara lain di sekitarnya. Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Malaysia dan Thailand, yang menurutnya Indonesia masih lebih unggul.

“Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat,” ujarnya.

Baca juga di sini: PBB Ungkap Duka Cita Atas Kematian Praka Rico

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa fluktuasi nilai tukar mata uang merupakan fenomena yang kompleks dan tidak bisa disamaratakan. Ia mencontohkan mata uang Thailand dan Malaysia yang terpantau relatif menguat terhadap dolar AS sejak awal tahun.

“Cuma gerakan nilai tukarnya beda kan. Anda lihat Malaysia menguat, Thailand menguat terhadap dolar, relatif ya dari awal tahun sampai sekarang, tapi kan akan begini-begini,” jelas Purbaya.

Meskipun demikian, Purbaya enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral.

“Coba Anda tanya ke Bank Sentral kenapa seperti itu. Mungkin saya bukan ahlinya di sini,” kata Purbaya.

Namun, ia kembali menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh dan berpotensi untuk terus bergerak lebih cepat. Hal ini didorong oleh keseriusan pemerintah dalam memperbaiki berbagai kendala yang ada di perekonomian nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.