KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana pelantikan dua pejabat baru di lingkungan Kementerian Keuangan pada Rabu, 6 Mei 2026. Pelantikan ini dilakukan untuk menggantikan pejabat yang diduga terlibat dalam masalah pencairan restitusi pajak.
Meskipun demikian, Purbaya masih merahasiakan identitas kedua calon pejabat tersebut. Ia menyatakan bahwa nama-nama mereka akan diumumkan secara resmi bertepatan dengan acara pelantikan yang dijadwalkan berlangsung di kantor Kementerian Keuangan.
“Besok akan kami umumkan. Besok akan kami lantik langsung pejabat barunya,” ujar Purbaya saat konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Pemberhentian dua pejabat ini merupakan langkah tegas Kementerian Keuangan dalam menindaklanjuti masalah yang berkaitan dengan pencairan restitusi pajak. Purbaya mengungkapkan bahwa investigasi awal telah dilakukan terhadap lima pejabat yang diduga terkait dalam manajemen restitusi.
Dari kelima pejabat tersebut, Purbaya memutuskan untuk memberhentikan dua di antaranya. Keputusan ini diambil setelah Purbaya menemukan adanya ketidaksesuaian antara laporan restitusi pajak tahun anggaran 2025 yang diterimanya dengan realisasi pencairannya.
Awalnya, Purbaya menerima laporan dari stafnya yang menunjukkan angka restitusi pajak yang relatif rendah. Namun, menjelang akhir tahun anggaran, ia terkejut mendapati bahwa nilai pencairan restitusi melonjak drastis, jauh melebihi informasi yang telah dilaporkan kepadanya.
“Jadi, itu yang kami akan perbaiki. Jangan sampai ada salah informasi lagi,” tegas Purbaya.
Langkah pemberhentian pejabat ini merupakan wujud penegasan Purbaya terhadap praktik penyimpangan yang mungkin terjadi di internal Kementerian Keuangan. Ia berharap, dengan adanya sanksi ini, para pejabat di lingkungan kementerian dapat menjalankan tugas sesuai amanah yang diemban dan menjauhi segala bentuk kecurangan.
Baca juga: Perkuat Industri Teknologi untuk Capai Target Nol Emisi
“Pesannya adalah ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik. Jangan jor-joran. Jor-jorannya adalah tidak memberitahu perkembangan dengan akurat,” pungkasnya.





