Satgas PRR: Sektor Ekonomi Sumatera Menunjukkan Pemulihan Signifikan

oleh -6 Dilihat
Satgas PRR: Sektor Ekonomi Sumatera Menunjukkan Pemulihan Signifikan

KabarDermayu.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan sektor ekonomi di wilayah terdampak. Aktivitas pasar dan layanan publik menunjukkan tingkat pemulihan yang hampir sempurna, menandakan geliat ekonomi yang kembali bangkit.

Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Amran, menyatakan bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong kembali aktivitas perekonomian telah membuahkan hasil yang nyata. Ia menekankan bahwa pemulihan ekonomi ini berjalan secara merata, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat.

“Nah, kemudian untuk peningkatan ekonomi, kita sudah dorong terus aktivitas perekonomian sudah hampir tuntas secara keseluruhan,” ujar Amran dalam sebuah konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Amran merinci data pemulihan pasar di beberapa provinsi yang terdampak. Di Sumatera Barat (Sumbar), seluruh pasar dilaporkan telah kembali beroperasi 100 persen. Sementara itu, Sumatera Utara (Sumut) mencapai 98,2 persen, dan Aceh sebesar 89 persen.

“Pasar terdampak itu sudah aktif di Provinsi Sumbar 100 persen, kemudian Sumut sudah 98,2 persen, di Aceh 89 persen,” ungkapnya.

Baca juga: MGS5 EV Diakui di Eropa, Siap Hadir di Indonesia

Meskipun ada sebagian kecil pasar yang masih dalam tahap optimalisasi untuk segera dapat ditempati sepenuhnya oleh masyarakat, pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat proses tersebut. Hal ini penting guna memastikan seluruh fasilitas perdagangan dapat berfungsi maksimal dan melayani kebutuhan masyarakat secara penuh.

“Tinggal beberapa pasar yang sementara dimaksimalkan untuk bisa ditempati secepatnya,” jelasnya.

Di sektor kesehatan, kabar baik juga datang dengan pulihnya layanan publik secara total. Rumah sakit dan puskesmas yang terdampak kini telah beroperasi kembali secara normal. Pemulihan ini memastikan bahwa masyarakat tidak lagi mengalami hambatan dalam mengakses layanan medis yang mereka butuhkan.

“Fasilitas kesehatan terdampak, rumah sakit dan puskesmas itu sudah 100 persen berfungsi,” tutur Amran.

Namun, Amran juga menyampaikan bahwa masih ada tujuh puskesmas pembantu (Pustu) yang belum kembali ke lokasi semula. Meskipun demikian, secara fungsional, layanan dari Pustu-Pustu tersebut sudah berjalan. Mereka sementara menempati gedung-gedung lain seperti rumah dinas atau rumah bidan.

“Kemudian tinggal puskesmas pembantu ada tujuh yang secara fungsional sudah berfungsi, cuma belum menempati tempat yang semestinya ya, yang di Pustu (Puskesmas Pembantu),” tegasnya.

“Tapi secara fungsional menempati beberapa gedung baik rumah dinas, rumah bidan, maupun gedung lainnya, tapi secara fungsional sudah berfungsi,” lanjut Amran.

Selain sektor pasar dan kesehatan, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan sektor pertanian. Sektor ini memegang peranan penting dalam menopang ketahanan pangan masyarakat. Ribuan hektare lahan sawah yang terdampak bencana kini tengah dalam proses rehabilitasi dan pemulihan, didukung oleh anggaran serta program yang memadai.

“Nah, ini beberapa hal-hal yang sudah berprogres. Kemudian juga terkait dengan sawah terdampak, ya karena ini didorong terus untuk segera dipulihkan untuk memperkuat ketahanan pangan, maka tentunya kalau berdasarkan data 94.742 hektar itu yang terdampak, dan ini sudah diberikan bantuan juga transfer ke daerah di tiga provinsi ya,” tandas dia.

Data tersebut menunjukkan bahwa seluas 94.742 hektare lahan sawah terdampak di tiga provinsi telah menerima bantuan dan transfer anggaran untuk percepatan pemulihan. Upaya ini diharapkan dapat segera mengembalikan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Sumatera pascabencana.