Sudaryono Tegas Soal Kasus Keracunan MBG: Peringatan Keras untuk Kepala SPPG

oleh -24 Dilihat
Sudaryono Tegas Soal Kasus Keracunan MBG: Peringatan Keras untuk Kepala SPPG

KabarDermayu.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, memberikan peringatan keras terkait standar keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dalam kunjungan langsungnya ke sejumlah rumah sakit di Kota Semarang untuk melihat kondisi para siswa, Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk kelalaian yang membahayakan kesehatan penerima manfaat. Menurutnya, insiden seperti ini tidak boleh terjadi lagi di masa depan.

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru ini memastikan itu, zero tolerance terhadap keracunan, zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky panky, nitip-nitip duit itu nggak boleh lagi,” ujar Sudaryono dalam pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Peran Vital Kepala SPPG dalam Keamanan Pangan

Baca juga: Anytime Fitness Asia Ekspansi ke 600 Klub, Buka AF Sakura Garden City

Sudaryono menekankan bahwa kunci utama dalam menjaga kualitas nutrisi dan keamanan makanan terletak pada kedisiplinan di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menginstruksikan agar seluruh jajaran di bawah BGN mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara absolut.

Tanggung jawab besar tersebut, kata Sudaryono, berada di pundak kepala dapur SPPG. Ia menuntut para pemimpin di lapangan untuk memiliki sikap tegas terhadap staf yang melanggar aturan kebersihan, seperti tidak menggunakan sarung tangan, tidak mencuci tangan, atau mengabaikan penggunaan masker saat mengolah makanan.

“Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Kemudian SOP diikuti, sistem diikuti, terus kemudian komandannya Kepala Dapur SPPG. Saya paham Anda punya chef, Anda punya pengawas gizi, Anda punya orang-orang yang kerja di situ, barangkali mungkin ada 1-2 yang ada yang ngeyel-lah. Ya harus ada leadership di situ,” tegas Sudaryono.

Tindakan Tegas bagi Pelanggar

Tidak hanya sekadar imbauan, Sudaryono menyatakan bahwa ia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan administratif yang berat bagi petugas yang tidak kooperatif. Baginya, kesehatan dan nyawa siswa adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.

“Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu yang barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena nyawa, kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti,” tambahnya.

Langkah Investigasi Lanjutan

Sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian di Semarang, Sudaryono telah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional dapur MBG yang diduga menjadi sumber masalah. Langkah ini dilakukan agar tim investigasi dapat bekerja secara objektif dalam mendalami penyebab pasti insiden keracunan tersebut.

Secara umum, Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Oleh karena itu, pengawasan ketat dari hulu ke hilir, mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi makanan, menjadi pilar utama yang terus diperkuat oleh Badan Gizi Nasional di bawah kepemimpinan baru ini.

Ke depannya, Sudaryono berharap seluruh elemen yang terlibat dalam rantai pasok MBG menyadari bahwa integritas dan kebersihan adalah harga mati. Ia berkomitmen untuk terus memantau setiap SPPG di seluruh pelosok tanah air guna memastikan bahwa setiap porsi makanan yang disajikan benar-benar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi oleh para siswa.