KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Tiongkok berencana untuk melanjutkan pembelian minyak dari Iran.
Pernyataan ini disampaikan Trump, menambahkan bahwa Presiden Tiongkok, Xi Jinping, juga menyatakan keinginannya agar Selat Hormuz tetap terbuka.
Sebelumnya, Gedung Putih telah mengumumkan bahwa Xi Jinping juga menunjukkan minat Beijing untuk melakukan pembelian minyak dari Amerika Serikat.
Baca juga: Utang Rp 10.000 T Disebut Aman Meski Rupiah Melemah
Trump sendiri tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 15 Mei. Diskusi antara Trump dan Xi terjadi pada hari Kamis, di mana pemimpin Tiongkok tersebut juga mengangkat isu mengenai penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.
Pada hari Jumat, kedua pemimpin dijadwalkan untuk menggelar jamuan makan siang kerja.
Sebagai konteks, pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan dan jatuhnya korban di kalangan sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah, dengan alasan sebagai bentuk pertahanan diri.
Pada tanggal 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku selama dua minggu. Pembicaraan lanjutan yang diadakan di Islamabad berakhir tanpa mencapai hasil yang konkret. Trump memutuskan untuk memperpanjang masa penghentian permusuhan tersebut guna memberikan waktu bagi Iran untuk mengajukan sebuah “proposal terpadu.”
Peningkatan ketegangan yang dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran ini hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur yang sangat vital untuk pengiriman minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara di kawasan Teluk Persia menuju pasar global.
Lonjakan ketegangan tersebut juga berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara di seluruh dunia.





