Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61%, Purbaya: Daya Beli Masyarakat Solid

oleh -5 Dilihat
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61%, Purbaya: Daya Beli Masyarakat Solid

KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen pada kuartal I-2026 menandakan daya beli masyarakat yang masih terjaga dengan baik.

Purbaya menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap kuat dan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Untuk memahami struktur pertumbuhan ekonomi, perlu dilihat kontribusi setiap komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Kontribusi tersebut dihitung dari pertumbuhan masing-masing komponen yang dikalikan dengan bobotnya dalam perekonomian.

Konsumsi rumah tangga terbukti menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional, memberikan kontribusi sebesar 2,94 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), peningkatan mobilitas penduduk saat momen libur nasional dan hari raya keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri menjadi pendorong utama konsumsi rumah tangga.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi dan stimulus yang diberikan, seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR (Tunjangan Hari Raya), serta penetapan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) pada level 4,75 persen, turut mendorong peningkatan konsumsi.

Komponen lain yang memberikan kontribusi signifikan adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi, yang menyumbang 1,79 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Angka ini didorong oleh investasi pemerintah, termasuk pembangunan yang berkaitan dengan prioritas nasional, serta investasi dari sektor swasta.

Belanja pemerintah juga memberikan kontribusi sebesar 1,26 persen terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi pada triwulan I, dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen. Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan belanja pemerintah di awal tahun merupakan bagian dari strategi percepatan realisasi anggaran negara.

Baca juga: Trump Nikmati Hidangan Khas Beijing: Bebek Peking dan Bakpao Babi Goreng

Tujuannya adalah agar dampak ekonomi dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun. Pola belanja pemerintah yang sebelumnya cenderung terkonsentrasi di akhir tahun, kini diarahkan untuk terealisasi lebih awal guna mendukung aktivitas ekonomi secara lebih optimal.