Dugaan Pelecehan Anak di SMK Tangsel, Kepala Sekolah Dicopot

oleh -6 Dilihat
Dugaan Pelecehan Anak di SMK Tangsel, Kepala Sekolah Dicopot

KabarDermayu.com – Sebuah kasus dugaan child grooming yang melibatkan seorang kepala sekolah di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Tangerang Selatan tengah menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.

Menanggapi isu yang berkembang, pihak Yayasan sekolah tempat kejadian perkara memberikan keterangan resmi. Dalam unggahan di akun Instagram resmi Yayasan @letrispamulangofficial, disebutkan bahwa kepala sekolah yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari jabatannya.

“Menyikapi isu yang berkembang di media sosial belakangan ini, Yayasan bersama manajemen sekolah telah mengambil langkah responsif. Demi menjunjung tinggi transparansi dan kelancaran proses investigasi saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara dari jabatannya hingga pemeriksaan internal dinyatakan selesai sepenuhnya,” demikian kutipan dari keterangan resmi pihak Yayasan yang dirilis pada Jumat, 15 Mei 2026.

Lebih lanjut, Yayasan menyatakan bahwa mereka telah membentuk sebuah tim khusus yang bertugas untuk mendalami dan menginvestigasi fakta-fakta yang ada terkait dugaan kasus ini.

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secara adil, tegas, dan sesuai dengan aturan hukum serta kode etik Pendidikan yang berlaku,” tegas pihak Yayasan dalam pernyataannya.

Fokus utama pihak Yayasan saat ini adalah memastikan bahwa lingkungan belajar di sekolah tetap aman dan kondusif bagi seluruh siswa-siswi. Hal ini menjadi prioritas demi kelangsungan proses belajar mengajar tanpa rasa khawatir.

Kasus dugaan child grooming ini mulai mencuat ke publik setelah adanya kegiatan pelepasan siswa kelas XII yang dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Dieng dan Yogyakarta tersebut menjadi sorotan setelah beberapa siswa memberikan kesaksian mengenai kedekatan fisik dan emosional yang dinilai berlebihan antara kepala sekolah dengan salah satu siswi.

Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, kepala sekolah tersebut diduga secara sengaja menargetkan siswi yang memiliki latar belakang kurang mendapatkan figur ayah di rumah. Ia kemudian diduga memposisikan diri sebagai sosok pendengar dan pelindung bagi siswi tersebut.

Tidak hanya itu, kepala sekolah tersebut juga dikabarkan memberikan perlakuan khusus kepada siswi yang menjadi korban dugaan child grooming. Perlakuan khusus ini meliputi bantuan pembayaran iuran SPP bulanan hingga menanggung biaya berbagai kegiatan sekolah.

Baca juga: BCA Syariah Catat Aset Rp 19,9 Triliun, Tumbuh 18,1 Persen

Pihak kepolisian sendiri telah bergerak untuk menyelidiki dugaan kasus child grooming ini. Polres Tangerang Selatan diketahui tengah melakukan investigasi terkait laporan yang melibatkan seorang oknum kepala sekolah di SMK Letris Indonesia, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.