Lamine Yamal Tunjukkan Dukungan untuk Palestina, Hansi Flick Nyatakan Ketidaksetujuan

oleh -6 Dilihat
Lamine Yamal Tunjukkan Dukungan untuk Palestina, Hansi Flick Nyatakan Ketidaksetujuan

KabarDermayu.com – Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan tanggapan terkait aksi pemain mudanya, Lamine Yamal, yang mengibarkan bendera Palestina saat perayaan juara LaLiga dan Piala Super Spanyol. Kejadian tersebut berlangsung saat parade bus juara Barcelona di kota pada Senin, 11 Mei 2026 waktu setempat.

Pemain berusia 18 tahun itu terlihat membawa tongkat dengan bendera Palestina yang berkibar di atas bus parade. Aksi Yamal ini sontak menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan.

Menanggapi hal tersebut, Hansi Flick menyatakan bahwa ia tidak menyukai keterlibatan isu politik dalam dunia sepak bola. Meskipun demikian, pelatih asal Jerman ini tetap menghormati keputusan pribadi Yamal yang telah berusia 18 tahun.

“Ini adalah hal-hal yang biasanya tidak saya sukai. Saya sudah membicarakannya dengannya dan saya sudah bilang kepadanya bahwa jika dia ingin melakukannya, itu keputusan dia sendiri, dia sudah berusia 18 tahun,” ujar Flick, mengutip dari Marca.

Flick menekankan bahwa fokus utama tim seharusnya tetap tertuju pada performa di lapangan hijau. Ia mengingatkan para pemain untuk memahami ekspektasi yang disematkan oleh publik terhadap klub sebesar Barcelona.

“Kami berkomitmen untuk bermain sepak bola dan kami harus mempertimbangkan apa yang diharapkan orang-orang dari kami,” tambahnya.

Aksi Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina telah memicu diskusi luas di berbagai platform media sosial serta kalangan penggemar sepak bola di Eropa. Dukungan terhadap Palestina memang merupakan topik yang sangat sensitif dalam dunia olahraga, terutama di kompetisi sepak bola Eropa.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa pemain dan staf klub sepak bola di Eropa memang menghadapi konsekuensi setelah secara terbuka menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina. Salah satu kasus yang cukup ramai diberitakan terjadi pada tahun 2023.

Saat itu, mantan pemain Mainz 05, Anwar El Ghazi, harus mengalami pemutusan kontrak setelah menyampaikan dukungannya terhadap Palestina melalui media sosial. Kasus ini bahkan berlanjut hingga ke Pengadilan Arbitrase, di mana El Ghazi akhirnya memenangkan gugatan terhadap klub Bundesliga tersebut.

Kejadian serupa juga pernah terjadi di Inggris. Klub Arsenal sempat memecat salah satu kit man mereka yang telah bekerja selama lebih dari dua dekade. Pemecatan tersebut dilakukan setelah staf tersebut menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui akun media sosial pribadinya.

Baca juga: Hotel Sultan: Cari Solusi Lewat Dialog

Hingga berita ini diturunkan, Lamine Yamal sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait aksinya saat parade juara Barcelona. Namun, momen tersebut terus menjadi topik perbincangan hangat di Spanyol maupun di kancah sepak bola internasional.