KabarDermayu.com – Kursi pelatih Real Madrid menjadi pusat perhatian setelah musim 2025/2026 berakhir dengan kekecewaan bagi klub berjuluk Los Blancos tersebut. Di tengah gelombang kritik dari publik dan media Spanyol, Florentino Perez akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih kepala.
Alonso, yang bergabung dengan Santiago Bernabeu di awal musim, sempat membawa harapan besar setelah meraih kesuksesan bersama Bayer Leverkusen di liga Jerman. Namun, perjalanannya di Madrid tidak berjalan mulus. Serangkaian hasil buruk, badai cedera, dan masalah internal tim menyebabkan performa Madrid terus menurun.
Meskipun Alonso gagal memenuhi ekspektasi dan harus meninggalkan posisinya di tengah musim, Perez menegaskan bahwa keputusan untuk merekrut mantan gelandang Madrid itu bukanlah sebuah kekeliruan.
“Merekrut Alonso bukanlah sebuah kesalahan. Kami hampir tidak memiliki persiapan pramusim. Tim harus bermain terus menerus, sehingga kondisi fisik mereka memburuk secara signifikan,” ujar Perez kepada media TV Spanyol pada Jumat, 15 Mei 2026.
Perez juga mengungkapkan bahwa Real Madrid mengalami total 28 kasus cedera sepanjang musim 2025/2026. Situasi tersebut disebut sangat memengaruhi stabilitas permainan tim, terutama ketika jadwal padat membuat para pemain sulit mencapai kondisi terbaik.
Di sisi lain, Alonso juga dilaporkan kesulitan mengendalikan ruang ganti yang dipenuhi oleh pemain-pemain bintang. Sejumlah laporan media Spanyol menyebutkan bahwa hubungan dengan beberapa pemain inti mulai memanas, termasuk dengan Vinicius Junior.
Situasi semakin memburuk setelah Madrid tersingkir dari Liga Champions UEFA dan gagal bersaing di La Liga. Alonso akhirnya dilepas pada Januari 2026 dan posisinya sementara diisi oleh Alvaro Arbeloa.
Namun, perubahan tersebut tidak banyak membantu. Los Blancos tetap gagal bangkit dan harus mengakhiri musim tanpa gelar mayor. Kondisi ini membuat rumor kepulangan Jose Mourinho kembali menguat.
Pernyataan Florentino Perez tersebut langsung memicu spekulasi mengenai kemungkinan kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu. Mourinho bukan nama asing bagi publik Real Madrid karena pernah menangani Los Blancos pada periode 2010 hingga 2013. Meskipun gagal memenangkan Liga Champions UEFA bersama Madrid, pelatih asal Portugal itu dianggap sebagai sosok yang membangun fondasi mental juara klub sebelum memasuki era dominasi Eropa dalam satu dekade terakhir.
Selama melatih Madrid, Mourinho berhasil mempersembahkan gelar La Liga musim 2011/2012 dengan torehan 100 poin yang saat itu menjadi rekor kompetisi. Ia juga dikenal memiliki rekam jejak elite di sepak bola Eropa setelah membawa FC Porto dan Inter Milan menjuarai Liga Champions. Pengalaman menangani klub-klub besar seperti Chelsea F.C., Manchester United F.C, hingga AS Roma membuat Mourinho dinilai masih memiliki kapasitas untuk menangani tekanan besar di Bernabeu.
Nama Mourinho memang bukan sosok asing bagi publik Bernabeu. Pelatih asal Portugal itu pernah menangani Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013 dan dianggap sebagai figur yang membangun fondasi mental juara sebelum era dominasi Liga Champions. Perez pun tak menampik kekagumannya kepada Mourinho.
“Saya menyukai Mourinho. Dia mengangkat Real Madrid. Setelah masa jabatannya, kami memenangkan enam Liga Champions dalam sepuluh tahun,” kata Perez.
Baca juga: Kasat Narkoba Polres Kutai Kartanegara Diciduk Terkait Kasus Narkoba
Sejumlah artikel di kanal VIVA Bola masuk dalam deretan terpopuler Jumat, 15 Mei 2026. Salah satunya aksi pemain muda Barcelona Lamine Yamal mengibarkan bendera Palestina.





