Maarten Paes Dihujat Keras Usai Laga Ajax vs PSV

oleh -6 Dilihat
Maarten Paes Dihujat Keras Usai Laga Ajax vs PSV

KabarDermayu.com – Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, menjadi sasaran kritik tajam menyusul hasil imbang timnya, Ajax, melawan PSV Eindhoven. Pertandingan pekan ke-32 Eredivisie yang digelar di Johan Cruyff Arena pada Minggu dini hari, 3 Mei 2026, berakhir dengan skor 2-2.

Sorotan utama bukan pada hasil akhir pertandingan, melainkan pada performa Paes sepanjang 90 menit. Ia dilaporkan tidak mencatatkan satu pun penyelamatan, dan kedua tembakan tepat sasaran dari PSV berhasil berbuah gol.

Maarten Paes bahkan kebobolan pada detik ke-33 pertandingan. Gol tersebut tercipta melalui bola lemparan ke dalam yang disambut oleh Ricardo Pepi di tiang jauh, sebuah situasi yang membuat Paes tidak berdaya.

Ajax sempat memberikan respons cepat. Bek kanan Anton Gaaei berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-11. Namun, gawang Ajax kembali dibobol pada babak kedua oleh Myron Boadu di menit ke-72.

Baca juga: Honda Beat Listrik Bisa Dicicil Rp460 Ribu, Simak Spesifikasi dan Jarak Tempuh

Beruntung bagi Ajax, mereka berhasil terhindar dari kekalahan berkat gol penyeimbang dari Mika Godts pada menit ke-90+2, tepat di masa injury time.

Meskipun skor akhir imbang, penampilan Paes tetap menjadi topik perbincangan dan kritik. Pengamat sepak bola asal Belanda, Hugo Borst, secara terbuka menyoroti kualitas distribusi bola yang ditunjukkan oleh sang kiper.

“Cukup menyedihkan jika nama Anda Paes dan memberikan bola-bola seperti ini,” ujar Borst, menyiratkan ketidakpuasannya terhadap cara Paes mengoper bola.

Ia berpendapat bahwa dalam sepak bola modern, kemampuan seorang kiper tidak hanya terbatas pada keahlian menepis bola. Kemampuan menggunakan kaki untuk memainkan bola kini dianggap sebagai syarat mutlak.

Borst bahkan membuat perbandingan antara Paes dengan legenda sepak bola, Johan Cruyff. Meskipun Cruyff dikenal sebagai penyerang, ia disebut memiliki kemampuan positioning yang luar biasa, bahkan ketika ia pernah berdiri di bawah mistar gawang.

“Seorang kiper harus benar-benar memiliki banyak kemampuan. Anda butuh tangan, tapi juga kaki. Sangat aneh pemain seperti ini bisa berada di Ajax,” ungkapnya, menunjukkan keheranannya atas keberadaan Paes di klub sebesar Ajax.

Maarten Paes sendiri baru bergabung dengan Ajax dari FC Dallas pada bursa transfer musim dingin dengan nilai transfer sekitar 1,5 juta euro. Awalnya, ia tidak diproyeksikan sebagai kiper utama, melainkan sebagai pelapis.

Namun, situasi di tim berubah drastis ketika kiper utama, Vitezslav Jaros, mengalami cedera yang membuatnya harus absen hingga akhir musim. Hal ini memaksa Paes naik menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax.

Sejauh ini, Paes telah tampil dalam sembilan pertandingan bersama Ajax di Eredivisie. Dalam sembilan penampilan tersebut, ia tercatat telah kebobolan sembilan gol. Seiring dengan performanya, kritik mulai berdatangan, dan tekanan yang dihadapi Paes jelas semakin besar.