Calum McFarlane Jaga Tradisi dan Mental Juara Chelsea di Final Piala FA

oleh -6 Dilihat
Calum McFarlane Jaga Tradisi dan Mental Juara Chelsea di Final Piala FA

KabarDermayu.com – Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, menekankan pentingnya timnya untuk menampilkan performa terbaik saat menghadapi Manchester City di final Piala FA yang akan digelar di Stadion Wembley pada Sabtu, 16 Mei 2026.

McFarlane menyatakan bahwa skuad The Blues saat ini memiliki keyakinan kuat untuk bisa bersaing di level tertinggi yang diperlukan untuk meraih gelar juara.

“Para pemain memiliki keyakinan bahwa mereka bisa mengalahkan siapa pun. Kami hanya tahu bahwa kami harus menjadi versi terbaik dari diri kami sendiri,” ujar McFarlane dalam sebuah pernyataan menjelang laga krusial tersebut.

Mengakui Kekuatan City, Tetap Percaya Diri Memberikan Ancaman

McFarlane tidak menutup mata terhadap superioritas Manchester City sebagai salah satu tim terkuat di dunia sepak bola saat ini. Di bawah kepemimpinan Pep Guardiola, The Citizens telah bertransformasi menjadi kekuatan dominan yang diperkuat oleh pemain-pemain kelas dunia.

Meskipun demikian, pelatih asal Inggris itu tetap menyimpan optimisme. Ia percaya bahwa Chelsea memiliki kualitas dan strategi yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit dan bahkan membalikkan prediksi banyak pihak.

Baca juga: Prabowo Akui Ada Kendala di Program MBG, Akan Tindak Pejabat Nakal

“Jadi ini akan menjadi tantangan. Tapi kami juga memiliki pemain-pemain yang sangat bagus, dan para pemain ini telah menunjukkan bahwa jika mereka dalam performa terbaiknya, mereka dapat mengalahkan siapa pun,” lanjut McFarlane dengan penuh keyakinan.

Mengandalkan ‘Rutinitas Normal’ untuk Mengendalikan Kegugupan

Menghadapi tim sekelas Manchester City tentu memerlukan persiapan yang matang dan terencana. Namun, McFarlane mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu yang dimiliki Chelsea membuat mereka tidak dapat melakukan perubahan drastis pada program latihan.

Alih-alih panik, McFarlane dan tim pelatihnya memilih untuk mempertahankan rutinitas harian seperti biasa. Pendekatan ini sengaja diambil sebagai strategi psikologis untuk membantu mengendalikan rasa gugup dan emosi para pemain sebelum mereka melangkah ke lapangan Wembley.

“Kami akan memiliki proses yang sama dalam cara kami bekerja sehari-hari, baik itu pertemuan dengan pemain maupun pertemuan individu, semuanya akan sama,” jelasnya.

“Kami akan mencoba untuk menjaganya senormal mungkin dan mencoba untuk mendapatkan performa yang sama seperti yang kami dapatkan melawan Leeds dan Liverpool. Tetapi, tentu saja, ini adalah pertandingan besar dan Anda tidak bisa menghindarinya. Kita semua ingin menang,” pungkas pelatih interim Chelsea tersebut.