Kisah Legendaris Adu Jotos Pebulutangkis Thailand yang Hebat

oleh -9 Dilihat
Kisah Legendaris Adu Jotos Pebulutangkis Thailand yang Hebat

KabarDermayu.com – Panggung olahraga dunia pada Minggu, 17 Mei 2026, diramaikan oleh berbagai peristiwa menarik. Mulai dari kemenangan atlet Indonesia di ajang bulutangkis, aksi heroik di lintasan balap, hingga duel sengit di lapangan tenis.

Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, berhasil meraih gelar juara Thailand Open 2026. Prestasi ini diraih di tengah minimnya torehan positif dari cabang olahraga Indonesia lainnya.

Sementara itu, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif di Moto3 Catalunya. Meskipun memulai balapan dari posisi ke-20, Veda berhasil finis di urutan kedelapan.

Di kelas MotoGP, Alex Marquez berhasil memecahkan dominasi dengan memenangkan balapan setelah duel menegangkan melawan Pedro Acosta. Di cabang tenis, Elina Svitolina meraih trofi Italian Open 2026, sekaligus memecahkan rekor Serena Williams. Semua ini melengkapi kisah legendaris insiden adu jotos antar pebulutangkis Thailand yang kembali menjadi sorotan.

5. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin Juara Thailand Open 2026 di Tengah Paceklik Prestasi Indonesia

Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, sukses meraih gelar juara Thailand Open 2026. Kemenangan ini menjadi sorotan di tengah minimnya prestasi olahraga Indonesia.

Leo/Daniel mengalahkan unggulan pertama asal India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, dalam dua gim langsung. Skor akhir pertandingan adalah 21-12 dan 25-23.

Pertandingan yang digelar di Nimibutr Stadium pada Minggu, 17 Mei 2026, menunjukkan dominasi pasangan Merah Putih sejak awal. Leo/Daniel langsung memimpin 4-1 di gim pertama dan terus menjaga keunggulannya.

Permainan cepat dan rapat yang diperagakan duet Indonesia membuat Rankireddy/Shetty kesulitan mengembangkan strategi mereka. Leo/Daniel akhirnya menutup interval gim pertama dengan keunggulan 11-7.

Baca selengkapnya

4. Veda Ega Buktikan Kelasnya di Moto3 Catalunya, Salip 12 Rider dan Finis Posisi 8

Veda Ega Pratama menorehkan hasil membanggakan di seri Moto3 Catalunya, Spanyol, Minggu, 17 Mei 2026. Pembalap Honda Team Asia ini berhasil merangsek naik dari posisi start ke-20 hingga finis di urutan kedelapan.

Pencapaian Veda sangat luar biasa mengingat ketatnya persaingan di kelas Moto3. Ia harus berjuang keras sejak lap pertama dalam balapan yang cenderung brutal.

Dalam sesi kualifikasi sebelumnya, Veda hanya menempati urutan ke-21. Namun, berkat penalti yang dijatuhkan pada salah satu pembalap, posisi start Veda naik menjadi ke-20.

Sejak lampu start padam, Veda langsung menunjukkan performa agresif. Ia membaca jalannya balapan dengan cermat dan perlahan menyusul rombongan depan. Hanya dalam beberapa lap, ia berhasil menembus posisi ke-13.

Karakteristik Sirkuit Barcelona yang lebar memungkinkan terjadinya aksi saling-salip di hampir setiap tikungan. Veda memanfaatkan celah tersebut untuk terus mendahului para rivalnya. Memasuki pertengahan lomba, Veda berhasil masuk ke sembilan besar dan bergabung dengan grup terdepan.

Baca selengkapnya

3. Alex Marquez Pecahkan Dominasi di Catalunya, Duel Panas Lawan Pedro Acosta Bikin Klasemen MotoGP 2026 Panas

Alex Marquez meraih kemenangan dalam sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya pada Sabtu, 17 Mei 2026. Pembalap BK8 Gresini Racing ini mengungguli Pedro Acosta dalam duel sengit yang baru ditentukan di tikungan terakhir dengan selisih tipis 0,041 detik.

Balapan berlangsung agresif sejak awal. Acosta, yang memulai dari pole position, langsung memimpin. Johann Zarco sempat mencuri perhatian di lap-lap awal dengan naik ke posisi kedua dari urutan kelima.

Namun, performa Zarco tidak bertahan lama. Alex Marquez perlahan menemukan kecepatan optimalnya dan terus menekan Acosta. Adik kandung Marc Marquez ini berhasil merebut posisi terdepan saat lomba menyisakan enam putaran.

Baca juga: Polri Punya 1.376 SPPG untuk Dukung Program MBG

Duel kedua pembalap Spanyol ini mencapai puncaknya di lap-lap akhir. Acosta sempat kembali menyalip Alex dua lap sebelum finis. Namun, pengalaman Alex terbukti di lap penentuan, di mana ia melakukan manuver krusial untuk kembali memimpin dan mempertahankannya hingga garis finis.

Sementara itu, balapan diwarnai insiden nahas yang menimpa Jorge Martin. Pembalap Aprilia Racing ini terjatuh dan tidak dapat melanjutkan lomba setelah motornya terperosok di area gravel, yang menyebabkan bendera kuning dikibarkan.

Baca selengkapnya

2. Elina Svitolina Raih Gelar Italian Open 2026, Pecahkan Rekor Serena Williams

Petenis Ukraina, Elina Svitolina, kembali menunjukkan dominasinya di lapangan tanah liat dengan menjuarai Italian Open 2026. Dalam laga final yang berlangsung sengit pada Minggu, Svitolina berhasil mengalahkan unggulan ketiga asal Amerika Serikat, Coco Gauff, dalam tiga set dengan skor 6-4, 6-7(5), dan 6-2.

Kemenangan ini memiliki makna emosional dan bersejarah bagi Svitolina. Ini adalah gelar ketiganya di Roma, mengulangi kesuksesan beruntun yang pernah ia raih pada tahun 2017 dan 2018.

“Jelas ini adalah pertarungan yang sangat sulit. Saya sangat senang dengan cara saya mengatasi kegugupan, tidak hanya hari ini tetapi juga sepanjang turnamen ini,” ujar Svitolina seperti dikutip dari WTA.

Pertarungan Sengit Dua Jam Lebih

Coco Gauff memulai pertandingan dengan sangat baik, sempat unggul 2-0 dan 4-2 di set pertama. Namun, Svitolina menunjukkan mental baja dan berhasil bangkit, menyelamatkan poin-poin krusial, serta merebut set pertama dengan skor 6-4.

Baca selengkapnya

1. Kisah Legendaris: Adu Jotos Mengerikan Sesama Pebulutangkis Thailand di Final Kanada Open

Melalui “Kisah Legendaris”, VIVA Sport mengajak pembaca bernostalgia dengan berbagai cerita tak lekang oleh waktu dari dunia olahraga. Cerita ini meliputi rivalitas sengit, perjuangan atlet, hingga momen-momen bersejarah.

Dalam dunia bulutangkis, insiden perkelahian antar pemain jarang terjadi jika dibandingkan dengan sepak bola. Olahraga ini lebih mengutamakan teknik dan ketepatan pukulan. Meski demikian, keributan tetap pernah terjadi.

Salah satu insiden paling menggemparkan adalah adu jotos antara dua pebulutangkis ganda putra Thailand, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit. Keduanya merupakan rekan senegara.

Yang menarik, sebelum insiden adu jotos tersebut, Bodin Isara dan Maneepong Jongjit pernah berpasangan di sektor ganda putra dan berhasil menembus peringkat 7 dunia.

Perkelahian hingga adu jotos ini terjadi pada partai final Kanada Open 2013. Pertandingan tersebut menampilkan duel sesama pebulutangkis Thailand, yaitu Maneepong Jongjit/Nipitphon Puangpuapech melawan Bodin Issara/Vilailak Pakkawat.

Baca selengkapnya