Transaksi Misi Dagang RI-Tiongkok Capai Rp 1,07 Triliun, Kata Wamendag

oleh -9 Dilihat
Transaksi Misi Dagang RI-Tiongkok Capai Rp 1,07 Triliun, Kata Wamendag

KabarDermayu.com – Misi dagang Indonesia yang diselenggarakan di Tiongkok berhasil mencatat nilai transaksi yang mengesankan, mencapai US$60,3 juta atau setara dengan Rp1,07 triliun.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, melaporkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai kegiatan promosi dagang yang telah dilaksanakan di Shanghai.

Capaian transaksi ini melampaui target awal yang hanya diproyeksikan sebesar US$30 juta, menunjukkan peningkatan lebih dari dua kali lipat.

Dyah Roro menjelaskan bahwa nilai transaksi tersebut diperoleh dari partisipasi aktif Indonesia dalam SIAL Shanghai 2026, serta pelaksanaan kegiatan “Indonesia–China Business Forum: Advancing Trade, Enhancing Partnership”.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi indikator positif mengenai minat pasar Tiongkok yang semakin besar terhadap produk-produk unggulan Indonesia.

Hal ini juga menegaskan daya saing produk nasional Indonesia di kancah pasar global.

Misi dagang ini semakin diperkuat dengan penandatanganan tujuh nota kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai sektor strategis.

Sektor-sektor tersebut meliputi pangan olahan, produk kelapa, hasil perikanan, kopi, hingga komoditas rumput laut.

Nilai transaksi ini diprediksi akan terus bertambah seiring dengan tingginya antusiasme pelaku usaha di Tiongkok untuk menjajaki kemitraan bisnis dengan Indonesia.

Dyah Roro menyatakan bahwa misi dagang ini merupakan wujud konkret dari tindak lanjut penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.

Pemerintah Indonesia terus mendorong hubungan ini melalui diplomasi perdagangan, perluasan akses pasar, dan penguatan kemitraan strategis kedua negara.

Dalam rangka memperluas akses pasar dan memperkuat kemitraan, Wamendag mengambil langkah strategis melalui pelaksanaan misi dagang dan forum bisnis.

Baca juga: Prabowo Akan Sampaikan Pidato Ekonomi di Sidang Paripurna Esok Hari, Istana Jelaskan Alasannya

Tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan ekspor produk-produk unggulan Indonesia ke pasar Tiongkok.

Hubungan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok terus menunjukkan tren yang positif.

Bahkan, Tiongkok menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan perdagangan Indonesia di kawasan Asia.

Dyah Roro menambahkan bahwa Tiongkok merupakan mitra dagang strategis bagi Indonesia dan memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Data menunjukkan bahwa total perdagangan Indonesia dan Tiongkok tumbuh positif sebesar 7,24 persen pada periode 2021–2025.

Pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok mencapai US$67 miliar.

Angka ini mencerminkan tingginya permintaan pasar Tiongkok dan semakin kuatnya daya saing produk Indonesia.

Secara keseluruhan, pada tahun 2025, nilai ekspor Indonesia mencapai US$282,91 miliar, menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, ekspor Indonesia pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar US$66,85 miliar.

Kehadiran Indonesia dalam SIAL Shanghai 2026 di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC) Tiongkok merupakan upaya ekspansi produk pangan RI ke pasar global.

Dyah Roro menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkenalkan dan memperluas jangkauan produk pangan Indonesia di pasar internasional.