Prabowo: Kebijakan Strategis RI Dinamika Global Didukung PP P2N

oleh -6 Dilihat
Prabowo: Kebijakan Strategis RI Dinamika Global Didukung PP P2N

KabarDermayu.com – Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP P2N) memberikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo dalam memposisikan kebijakan strategis Indonesia di kancah global. Dukungan ini disampaikan melalui kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) yang dicanangkan oleh pemerintah.

Wakil Ketua Umum bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis PP P2N, Abi Rekso, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata Presiden Prabowo untuk mengimplementasikan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Tujuannya adalah mencapai kemandirian ekonomi nasional serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meskipun gagasan tersebut menuai berbagai tanggapan, termasuk yang menganggapnya sekadar wacana, Abi meyakini bahwa arahan dari Presiden perlu mendapatkan dukungan. Ia menekankan bahwa sebagai warga negara yang patriotik, berpartisipasi dalam upaya ini adalah sebuah kewajiban.

“Bagi kami ini adalah jalan manifestasi dari Pasal 33 UUD ’45. Fiskal APBN untuk proteksi ekonomi rakyat, sedangkan Danantara harus agresif melakukan investasi dan intervensi global market,” ujar Abi dalam keterangannya pada Kamis, 21 Mei 2026.

Baca juga: KAI Ingatkan Penumpang Hindari Atribut Bola Laga Persib

Ia menambahkan bahwa negara memiliki kepentingan vital untuk melindungi industri dalam negeri dari berbagai dinamika global. Abi menyebut konsep ini sebagai “Ekonomi Patriotik”.

Lebih lanjut, Abi juga mengapresiasi kebijakan Menteri Pertahanan Sjafrie mengenai penugasan khusus kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) untuk fokus pada produksi padi dan jagung. Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) ditugaskan untuk memproduksi kedelai.

Ia menekankan pentingnya Program Menjaga Ketersediaan Pangan (MBG) dipimpin oleh kalangan militer. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sinergitas kebijakan pangan yang afirmatif.

“Nah itu manifestasi Ekonomi Patriotik, keterlibatan militer menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi bidang pangan,” jelas Abi.

Menurutnya, Ekonomi Patriotik ini memiliki tiga pilar utama: militer, masyarakat sipil, dan kalangan profesional. Abi optimis bahwa jika ketiga elemen ini dapat bekerja sama dengan baik, stabilitas ekonomi Indonesia akan terjaga.