Bojan Hodak Ungkap Tantangan Terberat Persib Musim Ini

oleh -6 Dilihat
Bojan Hodak Ungkap Tantangan Terberat Persib Musim Ini

KabarDermayu.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara mengenai tantangan terberat yang dihadapi timnya sepanjang musim 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan setelah Persib berhasil mengunci gelar juara kompetisi tersebut.

Persib memastikan gelar juara mereka yang ketiga secara beruntun. Hal ini terjadi setelah mereka bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada pertandingan terakhir musim ini. Laga tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Meskipun tidak berhasil mencetak gol di depan puluhan ribu Bobotoh yang hadir, hasil imbang tersebut terbukti cukup. Persib berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen berkat keunggulan head to head atas Borneo FC. Kedua tim sama-sama mengoleksi 79 poin di akhir musim.

Bojan Hodak mengungkapkan bahwa musim ini terasa jauh lebih sulit dibandingkan dua musim sebelumnya. Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Persib adalah banyaknya perubahan pemain dalam skuad.

“Musim ini menjadi lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain. Ada 25 pemain baru,” ujar Bojan kepada awak media pada Sabtu malam.

Pelatih asal Kroasia ini menjelaskan bahwa dalam dua musim sebelumnya, Persib masih bisa mempertahankan kerangka tim yang relatif sama. Namun, pada musim ini, perubahan besar dalam komposisi pemain menuntut tim untuk menjalani proses adaptasi yang lebih panjang.

“Di dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama. Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit,” tuturnya lebih lanjut.

Baca juga: Pegawai Toko di Sumut Keracunan Asap Genset, Dua Orang Tewas

Selain faktor perubahan pemain, Bojan Hodak juga menilai bahwa kualitas kompetisi musim ini mengalami peningkatan yang signifikan. Menurutnya, aturan penggunaan tujuh pemain asing per tim membuat kekuatan setiap kontestan menjadi lebih merata.

“Setiap tim kini memiliki setidaknya lima pemain lokal yang bagus. Ini membuat kompetisi lebih sulit dibanding musim-musim sebelumnya,” tegas Bojan.

Ia bahkan berpendapat bahwa persaingan di papan atas klasemen musim ini sangatlah ketat. Bojan mencontohkan raihan poin Borneo FC yang tetap gagal meraih gelar juara meskipun berhasil mengumpulkan 79 poin.

“Ini cukup aneh ketika ada tim yang mendapatkan 79 poin tetapi tidak bisa menjadi juara,” kata Bojan dengan nada heran.

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan tersebut, Persib berhasil mempertahankan konsistensi performa hingga akhir musim. Bojan Hodak juga tidak menampik bahwa faktor keberuntungan turut berperan dalam perjalanan timnya meraih kesuksesan musim ini.

“Ada banyak keberuntungan,” ujar pelatih berusia 55 tahun tersebut, mengakhiri penjelasannya mengenai tantangan terberat Persib musim ini.