Persija Kudeta Persib: Andai Tak Kehilangan 11 Poin Kandang

oleh -6 Dilihat
Persija Kudeta Persib: Andai Tak Kehilangan 11 Poin Kandang

KabarDermayu.com – Persija Jakarta harus puas mengakhiri musim kompetisi Super League 2025/2026 di posisi ketiga dengan raihan 71 poin. Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengungkapkan bahwa hilangnya 11 poin di kandang menjadi faktor krusial yang membuat tim berjuluk Macan Kemayoran gagal menggusur Persib Bandung dari puncak klasemen.

Tim Macan Kemayoran tercatat gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan kandang krusial di musim ini. Rizky Ridho dan rekan-rekannya hanya mampu meraih hasil imbang saat menghadapi Malut United, Bali United, Dewa United, dan Borneo FC. Selain itu, Persija juga harus menelan kekalahan dari Arema FC di kandang sendiri.

Dari kelima pertandingan kandang tersebut, Persija hanya berhasil mengumpulkan empat poin. Padahal, jika saja mereka mampu menyapu bersih kemenangan di laga-laga tersebut, Persija berpotensi meraih tambahan 15 poin. Dengan begitu, total poin yang dikumpulkan Persija akan menjadi 82 angka, jumlah yang cukup untuk melampaui Persib Bandung yang keluar sebagai juara dengan 79 poin.

“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” ujar Mauricio Souza kepada awak media pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Meskipun gagal meraih gelar juara, Persija justru menunjukkan performa yang sangat impresif dalam laga-laga tandang. Mereka berhasil menjadi tim dengan kemenangan tandang terbanyak di musim ini dengan total 11 kemenangan. Catatan ini bahkan lebih baik dibandingkan Persib Bandung yang meraih sembilan kemenangan tandang, serta Borneo FC yang mengemas sepuluh kemenangan tandang.

Mauricio Souza menilai bahwa performa tandang yang konsisten seharusnya menjadi modal yang sangat besar untuk meraih gelar juara. Namun, kegagalan timnya dalam memaksimalkan pertandingan kandang membuat Persija kehilangan momentum penting dalam persaingan ketat di papan atas klasemen.

“Secara historis, tim yang bermain bagus di luar kandang biasanya memiliki keuntungan besar di kompetisi, dan kami adalah tim terbaik saat bermain tandang. Kami meraih poin terbanyak di laga tandang,” katanya.

Selain faktor kehilangan poin di kandang, Mauricio Souza juga menyoroti beberapa aspek lain yang menurutnya membuat Persija kesulitan menjaga konsistensi sepanjang musim ini. Ia menyebutkan bahwa absennya sejumlah pemain kunci serta banyaknya kartu merah yang diterima tim menjadi kerugian besar bagi tim.

Menurut Mauricio Souza, beberapa pertandingan penting yang seharusnya bisa dimenangkan justru berubah menjadi sangat sulit karena Persija harus bermain dengan 10 pemain saja akibat hukuman kartu merah.

Baca juga: Wanita Ditemukan Tewas Dibunuh Setelah Pamit Pergi Ngopi di Pinggir Jalan Bogor

“Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” tutup Mauricio Souza.