KabarDermayu.com – Sebuah musibah kebakaran melanda sebuah rumah warga di Blok Pasar RT 06/RW 02 Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu. Peristiwa tragis ini diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari charger telepon genggam yang masih tertancap.
Api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan rumah tersebut, menyebabkan kerugian materiil yang signifikan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Baca juga: Harga Beras SPHP: Pemerintah Buka Suara Soal Fluktuasi Dolar AS
Petugas pemadam kebakaran segera mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga setempat. Dengan sigap, mereka berupaya memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berdekatan.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib. Namun, dugaan awal mengarah pada korsleting listrik akibat charger HP yang ditinggalkan dalam keadaan terpasang.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya membiarkan peralatan elektronik, terutama charger, tetap terhubung ke stopkontak saat tidak digunakan. Hal ini dapat menyebabkan lonjakan arus listrik yang berujung pada korsleting dan kebakaran.
Warga sekitar turut prihatin atas musibah yang menimpa salah satu tetangga mereka. Bantuan mulai berdatangan untuk meringankan beban korban, baik berupa kebutuhan pokok maupun dukungan moril.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam penggunaan listrik di rumah. Memeriksa kondisi kabel dan stopkontak secara berkala serta mencabut peralatan elektronik setelah digunakan adalah langkah pencegahan yang sangat penting.
Insiden di Gantar, Indramayu ini menjadi pelajaran berharga mengenai pentingnya kesadaran akan keselamatan listrik di lingkungan tempat tinggal. Kewaspadaan sekecil apapun dapat mencegah terjadinya musibah yang tidak diinginkan.





