KabarDermayu.com – Kekalahan telak yang dialami tim nasional Oman dari Timnas Indonesia dalam laga FIFA Matchday memicu gelombang reaksi dari para pendukung mereka di media sosial. Sebagian suporter Oman melontarkan sindiran pedas kepada skuad Garuda, menyoroti banyaknya pemain keturunan yang memperkuat tim asuhan pelatih John Herdman.
Timnas Indonesia menampilkan performa yang mengesankan saat berhasil menaklukkan Oman dengan skor 3-0. Pertandingan ini dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Jumat malam, 5 Juni 2026.
Tiga gol kemenangan untuk skuad Garuda dicetak oleh Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny pada menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56. Indonesia bahkan berpotensi meraih kemenangan dengan selisih gol yang lebih besar, melihat dominasi permainan yang mereka tunjukkan sepanjang laga.
Selain kokoh di lini pertahanan, Timnas Indonesia juga mendapatkan kontribusi signifikan dari kiper Emil Audero. Ia berhasil menggagalkan tendangan penalti yang dieksekusi oleh Nasser Sultan pada babak pertama, menjaga gawang Indonesia tetap steril.
Kemenangan ini menjadi sangat berarti karena berhasil mengakhiri rekor buruk Timnas Indonesia yang belum pernah meraih kemenangan atas Oman selama kurun waktu 38 tahun.
Namun, hasil pertandingan tersebut rupanya menimbulkan rasa frustrasi bagi sebagian pendukung tim Oman. Di berbagai platform media sosial, sejumlah akun melontarkan komentar bernada sindiran terhadap Timnas Indonesia. Mereka menyoroti komposisi tim yang kini diperkuat oleh banyak pemain keturunan Indonesia-Belanda.
Salah satu akun bernama ahmddi.1 menuliskan, “Timnas Indonesia? Lebih mirip lini produksi ‘Made in Belanda’. Jaringan pencarian bakat kalian sekarang seolah cuma membuka situs silsilah keluarga untuk mencari pemain Belanda yang buyutnya pernah mencium aroma secangkir kopi Indonesia.”
Akun tersebut melanjutkan sindirannya dengan menyatakan bahwa Oman sejatinya bertanding melawan tim Eropa, bukan tim nasional Indonesia.
“Selamat kepada Belanda atas kemenangan mereka hari ini. Sungguh, kami bermain melawan tim Eropa yang berbicara bahasa Belanda dengan sangat baik. Satu-satunya hal yang Indonesia di stadion malam ini hanyalah nasi goreng yang disajikan saat jeda pertandingan,” demikian lanjutan komentarnya.
Komentar serupa juga datang dari akun lain bernama salimmaj. Menurutnya, mayoritas pemain yang memperkuat Timnas Indonesia saat ini adalah pesepakbola yang telah tumbuh dan berkembang di Eropa.
“Nama timnya memang Indonesia, tetapi pemainnya campuran Eropa dan hanya sedikit yang benar-benar berasal dari Indonesia. Jika melihat pertandingan secara keseluruhan, mereka semua bermain di level profesional Eropa. Jadi hari ini kami menghadapi tim Eropa,” tulisnya.
Meskipun demikian, tidak semua suporter Oman menunjukkan reaksi negatif terhadap hasil pertandingan tersebut. Sebagian di antaranya memilih untuk bersikap lebih realistis dan meminta publik untuk memberikan waktu kepada pelatih baru timnas Oman dalam upaya membangun kembali tim.
Akun bernama d4az berpendapat, “Lebih baik kami kalah sekarang agar pelatih bisa melihat pilihan pemainnya, mengetahui kekuatan dan kelemahan tim, lalu memperbaikinya. Kalah dalam laga persahabatan jauh lebih baik karena masih ada waktu untuk melakukan perubahan. Jangan lupa, ini adalah pertandingan pertama pelatih baru.”
Terlepas dari berbagai komentar yang muncul, kemenangan atas Oman ini menjadi bukti nyata perkembangan pesat yang terus ditunjukkan oleh Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Skuad Garuda saat ini diperkuat oleh kombinasi pemain lokal dan pemain diaspora yang tampil sangat solid di bawah arahan pelatih John Herdman. Hasilnya, Indonesia berhasil meraih kemenangan yang meyakinkan sekaligus mendongkrak posisinya dalam peringkat FIFA.
Setelah pertandingan ini, Timnas Indonesia dijadwalkan akan kembali menjalani laga FIFA Matchday. Mereka akan berhadapan dengan timnas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Selasa, 9 Juni 2026.





