Usulan Langganan Tiket TransJakarta Rp 200 Ribu/Bulan, Solusi Hemat Kata Pengamat

oleh -3 Dilihat
Usulan Langganan Tiket TransJakarta Rp 200 Ribu/Bulan, Solusi Hemat Kata Pengamat

KabarDermayu.com – Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Sugihardjo, telah mengusulkan sebuah skema tarif berlangganan untuk layanan Transjakarta. Usulan ini bertujuan untuk membuat biaya operasional pekerja yang menggunakan angkutan umum tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.

Tarif berlangganan yang diusulkan adalah sebesar Rp200.000 per bulan. Skema ini diajukan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta yang diperkirakan akan menjadi Rp5.000. Tarif baru ini akan berlaku untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

Menanggapi usulan tersebut, Pengamat Transportasi, Deddy Herlambang, memberikan pandangannya. Ia menilai bahwa skema tarif berlangganan Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan ini berpotensi menjadi solusi yang baik bagi masyarakat yang memanfaatkan layanan ini setiap hari.

Deddy Herlambang berpendapat bahwa skema ini akan membuat tarif menjadi lebih hemat, terutama jika kenaikan tarif Transjakarta menjadi Rp5.000 benar-benar diterapkan. “Ini adalah solusi untuk mengatasi kesenjangan tarif ekonomis bagi pengguna harian Transjakarta jika memang tarifnya akan naik dan dirasa agak berat,” ujar Deddy saat dihubungi pada Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan lebih lanjut mengenai potensi penghematan. Jika seorang pengguna melakukan perjalanan pulang pergi setiap hari kerja, maka perkiraan biaya harian adalah Rp10.000. Apabila dikalikan dengan 25 hari kerja dalam sebulan, total ongkos Transjakarta bulanan bisa mencapai Rp250.000.

Dengan adanya skema berlangganan Rp200.000 per bulan, pengguna tersebut dapat menghemat biaya sebesar Rp50.000. “Dengan harga berlangganan, tentunya setiap bulan akan lebih murah dibandingkan dengan tarif harian,” tutur Deddy.

Perhitungan tarif langganan ini didasarkan pada asumsi bahwa pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan. Tujuannya adalah memberikan potongan biaya bagi mereka yang menggunakan Transjakarta secara rutin.

Sugihardjo memaparkan perhitungan tersebut dengan lebih rinci. “Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, sudah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan inilah Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar pengguna yang memilih paket langganan mendapatkan diskon sebesar 20 persen. Usulan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya transportasi bagi para pekerja di Jakarta.