FMP Jabar Pertanyakan Jetty Ujung Gerbang PT Tesco Indomaritim

oleh -5 Dilihat
FMP Jabar Pertanyakan Jetty Ujung Gerbang PT Tesco Indomaritim

KabarDermayu.com – Forum Masyarakat Peduli Provinsi Jawa Barat (FMP Jabar) Cabang Indramayu, bersama dengan perwakilan nelayan setempat, secara tegas menyuarakan keraguan dan mengajukan pertanyaan mendalam terkait pembangunan jetty di area Ujung Gerbang, serta proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diduga berkaitan dengan PT Tesco Indomaritim.

Audiensi yang digelar bersama Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu menjadi momentum penting bagi FMP Jabar untuk menyampaikan berbagai kekhawatiran yang dirasakan oleh masyarakat, khususnya para nelayan yang aktivitasnya berpotensi terdampak.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan FMP Jabar Cabang Indramayu menyoroti beberapa aspek krusial yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait. Salah satunya adalah keberadaan jetty yang dibangun di Ujung Gerbang. Pembangunan fasilitas ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai dasar hukumnya, perizinan yang telah dikeluarkan, serta potensi dampaknya terhadap ekosistem laut dan jalur pelayaran nelayan tradisional.

Keberadaan jetty tersebut, menurut FMP Jabar, berpotensi mengubah bentang alam pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan bagi nelayan. Kekhawatiran muncul terkait kemungkinan terjadinya sedimentasi yang lebih cepat, perubahan arus laut, hingga dampak visual yang dapat mengganggu estetika lingkungan.

Selain itu, FMP Jabar juga secara spesifik mempertanyakan proses dan hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang diduga telah atau akan dilakukan terkait dengan aktivitas PT Tesco Indomaritim. Mereka mendesak agar transparansi dalam proses AMDAL dapat ditegakkan, mengingat pentingnya dokumen ini dalam memastikan bahwa setiap pembangunan atau kegiatan industri tidak menimbulkan kerugian signifikan bagi lingkungan dan masyarakat.

Nelayan yang hadir dalam audiensi tersebut secara gamblang menyampaikan pengalaman mereka di lapangan. Beberapa nelayan mengungkapkan bahwa sejak adanya indikasi pembangunan atau aktivitas terkait PT Tesco Indomaritim, mereka sudah merasakan adanya perubahan, meskipun belum bisa dipastikan secara ilmiah. Perubahan ini bisa berupa sulitnya akses ke area tangkapan ikan, perubahan perilaku ikan, hingga kekhawatiran terhadap kualitas air laut.

FMP Jabar Cabang Indramayu menegaskan bahwa kepedulian mereka bukan semata-mata untuk menentang pembangunan atau kegiatan investasi, melainkan untuk memastikan bahwa setiap proses pembangunan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan mengutamakan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.

Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu, melalui Penjabat Sekda, untuk melakukan peninjauan ulang secara komprehensif terhadap izin-izin yang telah diterbitkan terkait pembangunan jetty di Ujung Gerbang dan aktivitas PT Tesco Indomaritim. Selain itu, FMP Jabar juga meminta agar proses AMDAL, jika memang sudah atau akan dilakukan, dapat melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat nelayan dan pakar lingkungan independen.

FMP Jabar berharap agar pemerintah daerah dapat memberikan jawaban yang memuaskan dan langkah konkret yang dapat segera diambil untuk merespons aspirasi masyarakat. Mereka menekankan pentingnya dialog yang berkelanjutan antara pemerintah, pihak industri, dan masyarakat untuk mencapai solusi yang terbaik bagi semua pihak.

Pihak FMP Jabar Cabang Indramayu juga menggarisbawahi bahwa perairan Indramayu memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi, terutama bagi komunitas nelayan yang telah turun-temurun menggantungkan hidupnya di sana. Oleh karena itu, setiap kebijakan atau pembangunan yang berpotensi memengaruhi area tersebut harus dikaji secara matang dan transparan.

Lebih lanjut, FMP Jabar meminta agar data-data terkait AMDAL PT Tesco Indomaritim dapat diakses oleh publik, sehingga masyarakat dapat turut serta dalam melakukan kajian dan memberikan masukan yang konstruktif. Mereka meyakini bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan akan menghasilkan kebijakan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.

Pertemuan audiensi ini diharapkan menjadi awal dari penyelesaian masalah yang lebih baik, di mana semua pihak dapat duduk bersama mencari solusi yang menguntungkan semua, tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan mata pencaharian nelayan Indramayu.