KabarDermayu.com – Transformasi sebuah wilayah dari keterbatasan menjadi pusat ekonomi produktif kini tercermin nyata di lereng pegunungan Desa Kanreapia, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Kawasan yang dulunya terisolasi dari akses informasi dan pendidikan tersebut, kini telah bertransformasi menjadi salah satu sentra sayuran terbesar yang menopang perekonomian daerah melalui integrasi program Desa Sejahtera Astra.
Kisah sukses ini bermula dari sebuah inisiatif sederhana yang digagas oleh Jamaluddin Daeng Abu, sosok inspiratif yang juga penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2017. Berangkat dari keprihatinannya akan rendahnya literasi warga, ia memanfaatkan dinding sebuah kandang bebek untuk menempelkan lembaran-lembaran koran sebagai media belajar bagi masyarakat setempat.
Langkah kecil tersebut kemudian berkembang menjadi “Rumah Koran”, sebuah pusat literasi yang kini menjadi mercusuar pendidikan di desa tersebut. Keberadaan Rumah Koran tidak hanya berfungsi sebagai sarana membaca, tetapi telah berevolusi menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik minat berbagai kalangan untuk datang dan belajar langsung di sana.
Sejak resmi bergabung dalam ekosistem Desa Sejahtera Astra pada tahun 2021, Kanreapia mendapatkan pendampingan komprehensif yang menyasar berbagai sektor krusial. Program ini dirancang untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan, mulai dari aspek kesehatan, pelestarian lingkungan, hingga penguatan kewirausahaan masyarakat lokal.
Dalam keterangannya pada Kamis, 30 Juli 2026, Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi lokal. Menurutnya, Astra terus berkomitmen mendampingi masyarakat agar potensi yang dimiliki desa dapat dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri dan bermanfaat luas.
Hingga saat ini, tercatat sekitar 1.000 penerima manfaat telah merasakan dampak langsung dari program pemberdayaan ini. Fokus pendampingan yang diberikan meliputi beberapa poin strategis berikut:
- Penguatan literasi masyarakat melalui Rumah Koran.
- Penerapan teknik pertanian organik yang lebih modern.
- Pelestarian sumber mata air dan pembangunan embung untuk irigasi.
- Pengembangan budi daya hortikultura serta optimalisasi rantai pemasaran hasil pertanian.
Perubahan pola pikir petani menjadi salah satu pencapaian paling signifikan. Jika sebelumnya mereka hanya mengandalkan intuisi dalam bercocok tanam, kini para petani telah mampu memanfaatkan akses informasi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas hasil budi daya mereka.
Selain sektor pertanian, pendidikan formal dan informal juga menjadi perhatian. Kehadiran Sekolah Alam di desa tersebut terbukti efektif dalam mencetak generasi muda yang terampil, dengan belasan peserta didik yang telah berhasil menamatkan pendidikan mereka sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dampak ekonomi yang dirasakan pun cukup luas. Desa Sejahtera Astra Kanreapia kini menjadi salah satu pemasok utama sayuran di Sulawesi Selatan. Truk-truk pengangkut hasil panen terlihat rutin melintas, membawa komoditas dari lereng Gowa menuju berbagai daerah di provinsi tersebut.
Nilai kemanusiaan juga tetap terjaga di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi desa. Melalui program “Sedekah Sayur”, para petani secara rutin mendistribusikan hasil panen mereka kepada 100 panti asuhan dan warga yang membutuhkan di wilayah Sulawesi Selatan, menjadikan keberhasilan desa ini sebagai berkah bagi banyak pihak.
“Astra percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan berawal dari masyarakat yang memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” ujar Boy Kelana Soebroto.
Kisah Kanreapia membuktikan bahwa sinergi antara semangat literasi, pengelolaan lingkungan yang bijak, dan pendampingan yang tepat mampu mengubah wajah desa secara drastis. Dari dinding kandang bebek yang ditempeli koran, kini lahir sebuah kemandirian ekonomi yang terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi keberlangsungan hidup masyarakat di masa depan.





