BI Bantah Abai Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Kami Tetap Fokus

oleh -4 Dilihat
BI Bantah Abai Pertumbuhan Ekonomi, Destry: Kami Tetap Fokus

KabarDermayu.com – Menjawab keraguan publik terkait arah kebijakan moneter nasional, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memberikan klarifikasi tegas mengenai komitmen bank sentral terhadap perekonomian tanah air. Ia memBantah keras anggapan bahwa otoritas moneter hanya terpaku pada stabilitas nilai tukar dan inflasi tanpa memedulikan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam diskusi daring yang berlangsung di Parapat pada Jumat, 31 Juli 2026, Destry menekankan bahwa Bank Indonesia senantiasa menyeimbangkan dua target utama tersebut. Menurutnya, menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika ketidakpastian global yang tinggi adalah langkah krusial agar pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur yang sehat.

“Terkait pertumbuhan ekonomi, apakah BI tidak konsen? Salah itu. Kami tetap konsen,” ujar Destry dengan nada tegas saat menanggapi sorotan publik.

Lebih jauh, Destry menjelaskan bahwa strategi BI tidak bersifat tunggal. Bank Indonesia menerapkan pendekatan bauran kebijakan yang membagi peran instrumen secara spesifik. Kebijakan moneter memang difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi, namun instrumen makroprudensial serta sistem pembayaran diarahkan secara aktif untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

Salah satu pilar utama dalam strategi ini adalah penguatan fungsi intermediasi perbankan. BI terus mendorong agar sektor perbankan lebih agresif dalam menyalurkan kredit ke sektor riil. Hal ini dinilai sangat vital, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Berikut adalah beberapa poin utama fokus kebijakan BI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi:

  • Optimalisasi Fungsi Intermediasi: Mendorong perbankan agar lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dibandingkan menempatkan dana pada surat berharga.
  • Dukungan Sektor Riil: Memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga agar penyaluran kredit ke dunia usaha, khususnya UMKM, terus meningkat.
  • Bauran Kebijakan: Mengintegrasikan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang stabil namun tetap ekspansif.

Destry menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah-langkah tersebut adalah mengembalikan peran perbankan pada fungsi dasarnya sebagai lembaga intermediasi. Dengan menghubungkan sektor keuangan dan sektor riil secara efisien, diharapkan arus modal tidak hanya berputar di instrumen keuangan, tetapi benar-benar dirasakan dampaknya oleh pelaku bisnis di lapangan.

Dalam menghadapi tantangan global, BI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan seluruh instrumen yang dimiliki. Langkah ini dilakukan bukan hanya sebagai respons jangka pendek terhadap gejolak pasar, melainkan sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

“Dari sisi makroprudensial, kami terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Saya ingin menekankan bahwa kami tetap fokus menjaga stabilitas melalui optimalisasi berbagai instrumen dan kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi,” tutup Destry dalam pernyataannya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bagi para pelaku pasar dan masyarakat bahwa Bank Indonesia memiliki perspektif yang luas dalam menjaga keseimbangan ekonomi. Di tengah situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian, sinergi antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi tetap menjadi prioritas utama bank sentral demi menjaga keberlanjutan ekonomi Indonesia ke depan.