Wamen Stella: Jepang Buka Peluang 100 Ribu Lowongan Kerja untuk WNI

oleh -7 Dilihat
Wamen Stella: Jepang Buka Peluang 100 Ribu Lowongan Kerja untuk WNI

KabarDermayu.com – Peluang karier internasional bagi tenaga kerja Indonesia kini terbuka semakin lebar seiring dengan adanya tawaran kerja sama strategis dari pemerintah Jepang. Kabar menggembirakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Stella Christie, yang menyebutkan bahwa Jepang membutuhkan hingga 100.000 tenaga kerja asal Indonesia setiap tahunnya.

Informasi krusial tersebut diperoleh Stella melalui koordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof. Badri Munir Sukoco. Pernyataan ini disampaikan Stella melalui unggahan di akun TikTok pribadinya pada Minggu, 9 Agustus 2026, yang menegaskan tingginya permintaan tenaga kerja asing di Negeri Sakura tersebut.

Menanggapi peluang besar ini, pemerintah Indonesia melalui Kemendiktisaintek di bawah arahan Menteri Brian Yuliarto, bergerak cepat dengan rencana pembentukan satuan tugas (satgas) khusus. Satgas ini nantinya akan mengoordinasikan seluruh career center yang ada di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tugas utama dari satgas tersebut adalah menyusun strategi dan kurikulum pelatihan agar lulusan perguruan tinggi di Indonesia memiliki kompetensi yang mumpuni serta siap pakai saat dikirim ke Jepang. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kuota 100.000 pekerja per tahun tersebut dapat terpenuhi dengan tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Latar belakang dari tingginya kebutuhan tenaga kerja di Jepang tidak lepas dari fenomena demografi yang dialami negara tersebut, di mana populasi lansia yang terus meningkat berbanding terbalik dengan jumlah tenaga kerja produktif. Oleh karena itu, Jepang secara konsisten membuka pintu bagi tenaga kerja asing di berbagai sektor, terutama sektor kesehatan dan perawatan.

Sebelum adanya wacana penambahan kuota besar-besaran ini, pemerintah Indonesia sebenarnya telah memiliki mekanisme resmi pengiriman tenaga kerja melalui program Government to Government (G to G). Program ini menjadi jalur utama bagi WNI yang ingin bekerja sebagai perawat (Kangoshi) maupun pengasuh atau careworker (Kaigofukushishi).

Untuk posisi perawat, persyaratan yang ditetapkan cukup ketat, yakni lulusan D3 atau S1 Keperawatan yang memiliki pengalaman kerja serta memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Sementara untuk posisi careworker, terbuka bagi lulusan D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, atau S1 Keperawatan, dengan ketentuan yang menyesuaikan pada setiap periode seleksi.

Selain kualifikasi pendidikan, penguasaan bahasa Jepang menjadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Para kandidat wajib memiliki sertifikat kemampuan bahasa Jepang, baik melalui tes JLPT (Japanese Language Proficiency Test) maupun JFT (Japan Foundation Test), sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program resmi penempatan tenaga kerja ke Jepang, pemerintah mengarahkan pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui situs resmi Sisko2MI-BP2MI. Di sana, para calon peserta dapat membuat akun, mengunggah dokumen persyaratan secara daring, dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditentukan secara transparan.

Langkah strategis pemerintah untuk mengintegrasikan career center di universitas ini diharapkan menjadi jembatan yang efektif bagi mahasiswa dan lulusan baru. Dengan adanya pembinaan sejak di bangku kuliah, diharapkan transisi tenaga kerja Indonesia ke pasar global, khususnya Jepang, dapat berjalan lebih sistematis dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi tanah air.