Misteri Kematian Sutrimo Eks Karumga Febrie Adriansyah: Keluarga Ungkap Kejanggalan Baru

oleh -5 Dilihat
Misteri Kematian Sutrimo Eks Karumga Febrie Adriansyah: Keluarga Ungkap Kejanggalan Baru

KabarDermayu.comMisteri yang menyelimuti kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kini memasuki babak baru. Pihak keluarga mendiang akhirnya mengambil langkah hukum formal dengan melaporkan kasus ini ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, guna menuntut transparansi atas penyebab kematian yang dinilai janggal.

Laporan keluarga tersebut resmi terdaftar dengan nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir keluarga dalam mencari kepastian apakah Sutrimo meninggal secara wajar atau terdapat unsur tindak pidana yang perlu diusut lebih dalam oleh aparat penegak hukum.

Aan Rohaeni, pengacara keluarga Sutrimo, menjelaskan bahwa desakan untuk mendapatkan kejelasan hukum muncul karena adanya informasi yang simpang siur pasca-kejadian. Situasi ini tidak hanya berdampak pada psikologis keluarga, tetapi juga menimbulkan keresahan di lingkungan kediaman asal mendiang di Desa Wlahar, Kabupaten Banyumas.

“Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja,” ungkap Aan dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Peristiwa tragis ini bermula saat Sutrimo ditemukan tidak bernyawa di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Salah satu poin yang memicu keraguan publik dan keluarga adalah adanya laporan mengenai kondisi mulut korban yang mengeluarkan busa saat ditemukan di lokasi kejadian.

Menanggapi laporan tersebut, Polda Metro Jaya kini tengah mempercepat proses penyelidikan. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat melalui Bareskrim Polri mengenai ketidakwajaran dalam kematian pria tersebut. Tindakan medis berupa ekshumasi pun dipastikan akan segera dilakukan.

Ekshumasi sendiri merupakan prosedur pembongkaran makam untuk melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah. Langkah ini menjadi krusial bagi penyidik untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo melalui otopsi yang lebih mendalam.

Selain melakukan ekshumasi, pihak kepolisian juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga medis dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang menjadi pihak pertama yang menangani Sutrimo saat dilarikan ke rumah sakit. Sebelumnya, dokter terkait sempat absen dalam pemanggilan, sehingga penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaan pada pekan depan.

Penyelidikan polisi juga melebar pada sosok Febrio Adiono, pria yang diketahui ikut mengantar jasad Sutrimo ke rumah sakit. Pihak Kejaksaan Agung melalui Kapuspenkum, Anang Supriatna, telah memberikan klarifikasi terkait status Febrio. Ia menegaskan bahwa Febrio memang pegawai Kejaksaan, namun bukan seorang jaksa.

  • Febrio Adiono tercatat sebagai staf administrasi di Kejaksaan Agung.
  • Ia sempat menjabat sebagai staf sekaligus ajudan Febrie Adriansyah.
  • Pasca Febrie Adriansyah tersandung kasus TPPU, Febrio tidak lagi mendampingi pejabat tersebut dan kembali menjadi staf administrasi biasa.

Hingga saat ini, Polda Metro Jaya telah mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi kunci, termasuk keluarga, sopir ambulans, dan petugas rumah sakit. Kepolisian juga sedang melakukan verifikasi terhadap berbagai foto dan video yang beredar di media sosial terkait kondisi Sutrimo guna memastikan keaslian dan konteks kejadian yang sebenarnya.

Masyarakat kini menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut, terutama terkait hasil ekshumasi yang diharapkan dapat menjawab teka-teki di balik meninggalnya mantan orang dekat pejabat Kejagung tersebut. Aparat kepolisian berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan kasus ini secara bertahap kepada publik.