Spesifikasi Bus Listrik Arjuno dari VKTR: Jangkauan 350 Km dan Kapasitas 25 Penumpang untuk Operasional Tambang

oleh -4 Dilihat
Spesifikasi Bus Listrik Arjuno dari VKTR: Jangkauan 350 Km dan Kapasitas 25 Penumpang untuk Operasional Tambang

KabarDermayu.com – Sektor pertambangan kini mulai melirik transisi energi melalui pemanfaatan kendaraan listrik yang lebih tangguh dan efisien. Dalam perhelatan Mining Indonesia 2026 yang digelar pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) hadir memperkenalkan bus listrik “ARJUNO” sebagai solusi mobilitas spesifik untuk medan operasional tambang.

Bus listrik dengan panjang 8 meter ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara VKTR, Laksana Karoseri, serta PT Bagong Dekaka Makmur. Kehadiran ARJUNO di ajang pameran pertambangan berskala internasional ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan kendaraan yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu menjawab tantangan operasional di lapangan yang menuntut durabilitas tinggi.

Direktur dan Chief Corporate Affairs VKTR, Indah P. Saugi, menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial harus berpijak pada kebutuhan nyata di lapangan. Menurutnya, sektor pertambangan merupakan area yang sangat ideal untuk adopsi kendaraan listrik karena manfaat efisiensi dan pengurangan emisi dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku industri.

Spesifikasi dan Keunggulan ARJUNO

Secara teknis, ARJUNO dirancang untuk mendukung produktivitas tinggi dengan kapasitas angkut mencapai 25 penumpang. Kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 210 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 350 kilometer dalam sekali pengisian daya. Fleksibilitas operasional juga menjadi nilai tambah, di mana pengisian daya cepat (DC charging) dapat mencapai kapasitas penuh dalam waktu sekitar 90 menit.

Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo, menambahkan bahwa pengalaman operasional di area pertambangan memberikan wawasan berharga mengenai keandalan kendaraan. “Kendaraan harus mampu mengikuti ritme kerja yang intens. ARJUNO telah membuktikan diri sebagai alternatif kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional, terutama jika dihitung dari total biaya kepemilikan dan kebutuhan operasionalnya,” ungkap Budi.

Kolaborasi Strategis dan Dukungan Karoseri

Keberhasilan ARJUNO tidak lepas dari peran Laksana sebagai mitra karoseri. Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, menyoroti pentingnya penyesuaian spesifikasi kendaraan untuk medan tambang yang unik. Aspek kenyamanan, konfigurasi kabin, serta ketahanan bodi menjadi fokus utama agar bus tetap andal meski beroperasi di lingkungan kerja yang berat dan tidak sehalus jalan raya umum.

Selain bus listrik, VKTR juga memperluas portofolionya dengan menghadirkan lini truk listrik, mulai dari kategori light-duty hingga heavy-duty. Truk-truk tersebut dirakit di Magelang dengan berbagai konfigurasi, seperti 4×2 dan 6×4, yang dirancang untuk kebutuhan logistik maupun operasional tambang, baik untuk penggunaan on-road maupun off-road.

Efisiensi Melalui Total Cost of Ownership

VKTR menekankan bahwa keputusan perusahaan untuk beralih ke kendaraan listrik tidak hanya didasarkan pada harga jual, melainkan pada Total Cost of Ownership (TCO) atau total biaya kepemilikan. Dengan tingkat utilisasi yang tinggi di area pertambangan, efisiensi energi dan minimnya biaya perawatan kendaraan listrik memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan biaya operasional jangka panjang.

Untuk mempermudah adopsi, VKTR juga menawarkan model layanan Electric Mobility-as-a-Service (e-MaaS). Melalui skema ini, perusahaan tidak perlu membebani investasi awal yang besar, melainkan mendapatkan solusi terintegrasi yang mencakup penyediaan unit kendaraan, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan, serta sistem pengelolaan operasional armada.

Indah P. Saugi menutup dengan menegaskan bahwa elektrifikasi bukan sekadar pengadaan unit kendaraan. “Bagi kami, e-MaaS adalah tentang bagaimana energi, pembiayaan, dan operasional dikelola sedemikian rupa untuk menciptakan nilai yang optimal bagi pelaku industri,” tutupnya.

Catatan: Mining Indonesia 2026 merupakan pameran pertambangan ke-24 yang menjadi ajang pertemuan para pemain industri global untuk memamerkan teknologi dan solusi terbaru bagi operasional pertambangan yang lebih berkelanjutan.