Bahlil Jelaskan Akar Masalah Antrean BBM di SPBU Makassar

oleh -7 Dilihat
Bahlil Jelaskan Akar Masalah Antrean BBM di SPBU Makassar

KabarDermayu.com – Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam beberapa hari terakhir akhirnya menemui titik terang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi mengungkapkan akar permasalahan yang memicu kekacauan distribusi BBM di wilayah tersebut.

Menurut Bahlil, terdapat dua faktor utama yang menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan kendaraan. Pertama adalah adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat, di mana banyak pihak yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi kini beralih menggunakan BBM bersubsidi.

Kedua, dan yang paling disoroti oleh pemerintah, adalah adanya praktik penyalahgunaan distribusi berupa penimbunan BBM bersubsidi. Praktik ilegal ini dilakukan oleh oknum-oknum yang memodifikasi tangki kendaraan mereka secara ekstrem agar dapat menampung bahan bakar dalam jumlah yang jauh melebihi kapasitas standar.

Bahlil mengungkapkan kekesalannya terkait temuan kepolisian mengenai adanya truk atau mobil pribadi yang tangkinya telah dimodifikasi hingga mampu menampung 700 liter bahkan mencapai 1 ton BBM. Ia menegaskan bahwa selama praktik kecurangan ini masih berlangsung, upaya perbaikan distribusi akan sulit mencapai hasil maksimal.

“Jauh lebih dari itu ada mobil-mobil, truk, bikin tangki gede, besar sampai 700 liter, 1 ton, isi minyak di situ. Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan tetap seperti ini,” ujar Bahlil saat menghadiri acara Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) di Jakarta, Senin.

Menanggapi situasi yang sempat mengganggu kelancaran lalu lintas di Makassar hingga lebih dari 50 persen tersebut, Kementerian ESDM kini telah menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan serta aparat kepolisian. Langkah ini diambil untuk memastikan agar penyaluran energi kembali tepat sasaran dan antrean dapat segera terurai.

Hasil dari sinergi tersebut mulai terlihat pada Senin pagi. Pantauan di lapangan, khususnya di Jalan AP Pettarani, menunjukkan kondisi antrean yang berangsur normal. Petugas SPBU kini dapat melayani konsumen dengan lebih lancar tanpa adanya penumpukan kendaraan yang berarti.

Beberapa langkah strategis yang telah diterapkan untuk menormalkan situasi di Makassar meliputi:

  • Penerapan aturan ganjil-genap nomor polisi bagi kendaraan yang akan mengisi BBM.
  • Pengaturan jam operasional khusus bagi kendaraan besar seperti truk dan bus agar melakukan pengisian BBM pada malam hari guna menghindari kepadatan arus lalu lintas.
  • Penambahan pasokan BBM oleh pihak Pertamina ke SPBU yang terdampak.
  • Perpanjangan waktu operasional SPBU demi memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Bahlil memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau dan melakukan tindakan tegas untuk menjaga agar subsidi energi negara tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas distribusi energi bagi masyarakat luas.

Situasi di Makassar kini diharapkan tetap kondusif seiring dengan berjalannya aturan baru yang telah disepakati oleh pemangku kepentingan setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap tertib dalam mengantre dan mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.