Prabowo Juluki Cak Imin, Dasco, dan Bahlil sebagai ‘Pemimpin Kancil

oleh -1 Dilihat
Prabowo Juluki Cak Imin, Dasco, dan Bahlil sebagai 'Pemimpin Kancil

KabarDermayu.com – Presiden Prabowo Subianto melontarkan pernyataan bernada canda saat menghadiri acara puncak perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis malam.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka menyebut tiga tokoh politik nasional, yakni Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, serta Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, sebagai sosok “pemimpin kancil”.

Istilah “kancil” yang diucapkan Prabowo merujuk pada sosok yang dikenal cerdik dan pandai bersiasat. Ia awalnya menyoroti Muhaimin Iskandar dan Sufmi Dasco Ahmad sebagai dua figur yang memiliki karakteristik tersebut dalam kancah politik Indonesia.

“Memang di Indonesia ini ada dua pemimpin kancil, Gus Imin dan Sufmi Dasco,” ungkap Prabowo di hadapan para hadirin yang memenuhi lokasi acara.

Tidak berhenti di situ, Prabowo kemudian menambahkan nama Bahlil Lahadalia ke dalam daftar candaannya. Ia menyebut Ketua Umum Partai Golkar tersebut sebagai “kancil” ketiga yang menambah dinamika politik nasional.

Prabowo berkelakar mengenai potensi kolaborasi di antara ketiganya. Menurutnya, jika ketiga tokoh tersebut berkumpul dalam satu forum atau situasi yang sama, hal tersebut bisa menjadi kondisi yang cukup merepotkan.

“Kancil ketiga mungkin Ketua Umum Golkar itu. Kalau orang bertiga berkumpul, wah repot,” ujar Prabowo yang disambut tawa para tamu undangan.

Sebelum melontarkan pernyataan tersebut, Prabowo sempat menggoda Sufmi Dasco Ahmad terkait peran PKB dalam penyelenggaraan acara Harlah yang berlangsung meriah. Ia mengaku merasa terharu dengan sambutan yang diberikan.

“Co, coba Co, hati-hati. Lu mau jadi Ketua Harian lagi enggak? Ini akal-akalan Gus Imin kayaknya,” seloroh Prabowo sembari tertawa ke arah Dasco.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan rasa harunya atas dukungan PKB terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah yang populer dengan sebutan “Prabowonomics”. Meski demikian, ia memberikan catatan khusus mengenai penggunaan istilah tersebut.

Prabowo mengapresiasi semangat para kader PKB yang mengenakan kaus bertuliskan “Prabowonomics”. Namun, ia secara pribadi merasa penggunaan namanya untuk sebuah konsep ekonomi tidaklah tepat.

“Saudara memberi penghargaan yang luar biasa kepada saya. Bahkan Gerindra saja enggak pakai kaus seperti kalian. Gimana itu, Dasco? Gerindra saja enggak pakai karena mereka tahu saya enggak izinkan ini. Kalau kalian minta izin, tidak akan saya izinkan,” tegasnya.

Presiden menekankan bahwa kebijakan ekonomi yang ia jalankan bersama jajaran pemerintahannya bukanlah berbasis pada individu tertentu. Ia menegaskan bahwa konsep yang diusung adalah ekonomi Pancasila, ekonomi konstitusi, dan ekonomi rakyat.

“Ini ekonomi Pancasila, ini ekonomi konstitusi, ini ekonomi rakyat. Tapi saya merasa saya dihormati, jadi saya berterima kasih dari hati yang paling dalam,” tutur Prabowo menutup pernyataannya.

Acara puncak Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC) ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah pimpinan partai politik lainnya. Selain Muhaimin Iskandar, tampak hadir pula Sufmi Dasco Ahmad, Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.