KabarDermayu.com – Suasana haru dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti perayaan puncak satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, pada Sabtu lalu. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan dukungan nyata terhadap kedaulatan Palestina di hadapan ribuan santri, alumni, serta tamu undangan yang memadati area pondok pesantren bersejarah tersebut.

Momen emosional ini bermula ketika Presiden Prabowo menyapa para duta besar negara sahabat yang hadir dalam resepsi kesyukuran tersebut. Saat menyapa Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Presiden secara tegas dan lantang meneriakkan seruan “Free Palestine” sebanyak tiga kali.

Seruan tersebut sontak memicu respons antusias dari ribuan hadirin yang memadati lokasi acara. Tanpa dikomando, massa menjawab seruan Presiden dengan teriakan yang sama, menciptakan gemuruh solidaritas yang memenuhi arena resepsi satu abad Gontor.

Merespons dukungan tersebut, Duta Besar Palestina tampak berjalan bergegas menuju panggung utama. Ia kemudian memberikan sehelai selendang keffiyeh, yang merupakan simbol perjuangan dan identitas nasional Palestina, kepada Presiden Prabowo sebagai bentuk apresiasi dan persahabatan antarnegara.

Dalam momen yang sangat menyentuh, keduanya sempat berpelukan di atas panggung. Presiden Prabowo kemudian memutuskan untuk mengenakan keffiyeh tersebut selama sisa rangkaian acara berlangsung. Kehadiran atribut ini di pundak Presiden menjadi simbol kuat komitmen Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan kemerdekaan Palestina.

Keteguhan sikap Presiden kembali terlihat saat beliau tampak mengusap matanya dan menundukkan kepala sesaat setelah mengenakan keffiyeh tersebut. Gestur tersebut ditangkap oleh banyak hadirin sebagai bentuk empati mendalam terhadap situasi yang tengah dihadapi oleh rakyat Palestina saat ini.

“Free Palestine,” ucap Presiden Prabowo kembali di sela-sela pidatonya, yang kemudian disambut dengan jawaban serentak oleh seluruh peserta acara, menegaskan kembali posisi Indonesia dalam mendukung hak-hak kemerdekaan bangsa Palestina.

Pondok Modern Darussalam Gontor sendiri merupakan salah satu institusi pendidikan Islam paling berpengaruh di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1926. Peringatan satu abad ini menjadi tonggak sejarah penting bagi lembaga tersebut, sekaligus menjadi panggung bagi pesan-pesan kemanusiaan yang disampaikan oleh para pemimpin bangsa di hadapan generasi muda santri.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam perayaan ini tidak hanya merayakan perjalanan panjang Gontor dalam mencetak insan cendekiawan, tetapi juga menjadi wadah bagi Indonesia untuk menegaskan posisi politik luar negerinya yang konsisten. Dukungan terhadap Palestina tetap menjadi salah satu pilar utama dalam diplomasi Indonesia di kancah internasional.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan khidmat dan tertib. Keselarasan antara seruan Presiden dan antusiasme para santri mencerminkan kedekatan emosional antara pemimpin negara dengan masyarakat dalam merespons isu-isu global yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan universal.