Karhutla Kalimantan Tengah: Langit Merah Pekat Ancam Kualitas Udara

oleh -4 Dilihat
Karhutla Kalimantan Tengah: Langit Merah Pekat Ancam Kualitas Udara

KabarDermayu.com – Fenomena langit yang berubah warna menjadi merah pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini tengah menyita perhatian publik, khususnya masyarakat di Kalimantan Tengah. Kejadian yang terekam dalam video amatir warga dan viral di media sosial pada Senin, 21 September 2026, tersebut menggambarkan suasana mencekam yang menyerupai latar film fiksi ilmiah atau kondisi dunia yang asing.

Berdasarkan keterangan yang menyertai unggahan tersebut, perubahan warna langit yang drastis ini mulai teramati sejak pukul 10.30 WIB. Kondisi atmosfer yang memerah pekat ini bertahan cukup lama hingga matahari terbenam, menciptakan suasana redup di siang hari yang membuat banyak warga merasa khawatir karena api karhutla dilaporkan telah mendekati area pemukiman penduduk.

Warga yang merekam kejadian tersebut bahkan mengaku harus melakukan simulasi bertahan hidup di dalam rumah. Upaya tersebut dilakukan dengan menutup rapat seluruh celah pintu dan jendela agar kepulan asap karhutla tidak masuk ke dalam ruangan. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan diri mengingat bahaya paparan asap yang dapat berdampak serius bagi kesehatan.

Secara medis, paparan asap karhutla memang membawa risiko kesehatan yang tidak main-main. Partikel halus dari asap tersebut berpotensi menembus saluran pernapasan terdalam, yang jika dibiarkan dapat memicu peradangan pada organ vital. Salah satu ancaman kesehatan yang paling umum dan serius bagi masyarakat di wilayah terdampak adalah risiko terkena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kondisi di lapangan sempat menunjukkan sedikit perbaikan pada Minggu, 20 September 2026, dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun demikian, sisa-sisa abu pembakaran masih terlihat jelas menempel di berbagai permukaan rumah warga, dan kabut asap masih menyelimuti sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah hingga saat ini.

Data dari SiPongi Kementerian Kehutanan, yang merujuk pada pantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, mencatat adanya eskalasi titik panas atau hotspot di Indonesia. Hingga Jumat, 18 September 2026, total titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Indonesia mencapai 546 titik, meningkat dari hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 475 titik.

Kalimantan Tengah sendiri kini berada dalam sorotan karena mengalami lonjakan titik panas yang signifikan. Berdasarkan data yang sama, jumlah titik panas di provinsi tersebut melonjak drastis dari 61 menjadi 166 titik dalam waktu singkat. Angka ini menempatkan Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan indikasi karhutla tertinggi di tingkat nasional, sehingga menuntut perhatian dan upaya penanganan yang lebih intensif dari berbagai pihak terkait guna memitigasi dampak lebih lanjut bagi lingkungan maupun kesehatan masyarakat.