KabarDermayu.com – Meski laga telah berlalu dua tahun, gelandang Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, masih menyimpan amarah terkait insiden saat menghadapi Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pertandingan yang dimaksud berlangsung pada 10 Oktober 2024, di mana Timnas Indonesia bertandang ke markas Bahrain. Dalam laga yang berakhir imbang 2-2 tersebut, terjadi sejumlah kontroversi yang memicu kekesalan di kubu Indonesia.
Shayne Pattynama secara terang-terangan mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf. Ia mengaku sempat terlibat perdebatan sengit di lapangan akibat keputusan-keputusan yang dinilainya merugikan timnya.
“Yang paling saya ingat adalah di Bahrain karena saya bertengkar dengan wasit, tapi bukan hanya saya saja sebenarnya yang kesal, pemain lain juga kesal,” ujar Shayne di Jakarta, Rabu (29/4).
Meskipun perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 harus terhenti, Shayne Pattynama menegaskan bahwa semangatnya tidak padam. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri ini kini mengalihkan fokus dan ambisinya untuk target berikutnya, yaitu Piala Dunia 2030.
Bagi pemain berusia 27 tahun ini, mengenakan seragam Merah Putih memiliki makna yang jauh lebih mendalam ketimbang sekadar sebuah pertandingan sepak bola.
“Ini lebih dari sekadar sepak bola. Membela Timnas Indonesia adalah hal yang begitu membanggakan dari hanya sebuah pertandingan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Shayne mengungkapkan bahwa setiap kali ia berjuang di lapangan membela Timnas Indonesia, ia selalu teringat akan sosok nenek dan ayahnya yang memiliki darah Indonesia.
Baca juga di sini: Timnas Vietnam Perkuat Skuad dengan Pemain Naturalisasi dari Brasil Jelang Piala AFF 2026
“Setiap bermain untuk Timnas Indonesia, saya selalu mengenang nenek saya dan ayah saya yang berasal dari sini. Saya membela Timnas Indonesia untuk mereka,” pungkasnya, menegaskan dedikasinya.





