KabarDermayu.com – Suasana aksi unjuk rasa damai yang digelar ribuan massa dari Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) di Alun-alun Pendopo Indramayu pada Kamis, 30 April, mendadak dikejutkan oleh kehadiran seekor biawak.
Hewan reptil tersebut muncul di tengah kerumunan massa yang sedang menyuarakan penolakan terhadap revitalisasi tambak Pantura. Kehadiran tak terduga ini sontak menarik perhatian para peserta aksi maupun warga sekitar yang menyaksikan.
KOMPI menggelar aksi ini sebagai bentuk protes keras terhadap rencana revitalisasi tambak yang dinilai akan berdampak buruk bagi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Mereka menyuarakan aspirasi dan kekhawatiran mereka dengan lantang.
Berbagai poster dan spanduk bertuliskan tuntutan dan penolakan terpampang jelas di antara ribuan massa. Suara orasi bergema, menggaungkan pesan penolakan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan.
Di tengah riuh rendahnya aksi, seekor biawak berukuran cukup besar terlihat keluar dari area sekitar alun-alun. Hewan ini perlahan merayap di antara kerumunan, menimbulkan sedikit kehebohan namun tidak sampai mengganggu jalannya aksi.
Banyak peserta aksi yang terheran-heran melihat kemunculan biawak tersebut. Beberapa di antaranya bahkan mengabadikan momen unik ini dengan ponsel mereka.
Kehadiran biawak ini seolah menjadi simbol lain dari kondisi alam pesisir yang mungkin terancam akibat berbagai kebijakan pembangunan. Meskipun tidak ada kaitan langsung secara narasi, fenomena alam ini menambah catatan menarik dalam liputan aksi KOMPI.
KOMPI sendiri menegaskan bahwa aksi yang mereka gelar murni merupakan upaya untuk menyuarakan hak dan melindungi mata pencaharian nelayan serta masyarakat pesisir. Mereka menuntut agar pemerintah mempertimbangkan kembali rencana revitalisasi tersebut.
Argumen utama penolakan KOMPI berpusat pada potensi dampak negatif terhadap ekosistem laut, ketersediaan sumber daya alam, dan keberlanjutan ekonomi masyarakat tradisional yang bergantung pada tambak dan laut.
Mereka khawatir bahwa revitalisasi yang mungkin melibatkan skala besar atau perubahan metode, akan mengikis tradisi dan cara hidup yang telah berjalan turun-temurun.
Selain itu, isu lingkungan menjadi sorotan utama. KOMPI mendesak adanya kajian mendalam mengenai dampak ekologis dari revitalisasi tersebut sebelum keputusan final diambil.
Mereka juga menyerukan adanya dialog yang lebih transparan dan partisipatif antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat pesisir.
Partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan dan implementasi dianggap krusial untuk memastikan bahwa revitalisasi berjalan sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.
Aksi damai ini berlangsung tertib dan terkendali. Para peserta menunjukkan kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi mereka.
Pihak kepolisian tampak berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya demonstrasi.
Setelah menyampaikan tuntutan mereka, massa aksi KOMPI kemudian membubarkan diri dengan tertib. Kehadiran biawak yang sempat menjadi pusat perhatian, perlahan menghilang kembali ke habitatnya, meninggalkan cerita unik di tengah perjuangan masyarakat pesisir.
Baca juga di sini: Petambak Pantura Tolak PSN, Indramayu Kembali Berunjuk Rasa
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa isu lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat pesisir adalah hal yang kompleks dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.





