Andre Taulany Tolak Bantu ART yang Diduga Dianiaya Erin

oleh -6 Dilihat
Andre Taulany Tolak Bantu ART yang Diduga Dianiaya Erin

KabarDermayu.com – Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) yang melibatkan nama Rien Wartia Trigina alias Erin kembali menjadi sorotan publik.

Perkara ini mencuat setelah adanya laporan dari Nia Damanik, penyalur ART, yang mengaku menerima pengaduan langsung dari korban bernama Hera.

Hera melaporkan dugaan kekerasan fisik yang dialaminya saat bekerja di kediaman Erin.

Menurut keterangan Nia, insiden tersebut bermula dari panggilan telepon yang diterimanya pada sore hari.

Dalam kondisi panik, Hera disebut meminta pertolongan agar segera dijemput dari tempat ia bekerja, mengklaim dirinya menjadi korban tindakan kekerasan yang cukup serius.

“Kemarin kan jam tiga sore, saya ditelepon. Dibilang gini ‘Halo kak, tolongin saya. Tolong jemput saya di sini. Saya di sini dipukul. Kepala saya dipukul pakai sapu’,” kata Nia, mengutip tayangan video di YouTube, Jumat 1 Mei 2026.

Mendapat laporan tersebut, Nia mengaku berupaya mencari bantuan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghubungi mantan suami Erin, Andre Taulany.

Namun, respons yang diterima dari Andre Taulany ternyata di luar dugaan.

Andre Taulany memilih untuk tidak terlibat dalam persoalan tersebut.

Ia menyarankan agar kasus ini diselesaikan melalui jalur hukum apabila terdapat bukti yang cukup kuat.

“Kata Pak Andre ‘Saya nggak ada hubungan. Kalo ada bukti, lapor aja ke polisi,'” ucap Nia menirukan perkataan Andre Taulany.

Upaya Nia untuk menjemput Hera secara langsung ke kediaman Erin juga tidak berjalan lancar.

Nia mengaku tidak diizinkan masuk oleh pihak keamanan yang berjaga di lokasi.

Situasi tersebut membuatnya semakin khawatir terhadap kondisi korban di dalam rumah.

“Ya udah kita turutin. Kita lapor ke Polsek. Dari Polsek, kita didampingi datang ke situ,” ucap Nia.

Ketegangan meningkat ketika Nia mengaku mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah saat ia datang bersama aparat kepolisian.

Ia menduga korban masih mengalami kekerasan lanjutan saat itu.

“Nggak tahu dari dalam itu tolong, tolong, teriak-teriak dia.

Ternyata katanya dicekik, dicakar.

Kan kita bingung.

Kita nggak dibukain pintu,” tambahnya.

Lebih lanjut, dugaan sementara menyebut pemicu tindakan tersebut tergolong sepele.

Hera disebut hanya terlambat menutup jendela, yang kemudian memancing emosi Erin hingga diduga berujung pada tindakan fisik.

“Katanya nggak bikin salah, cuma gara-gara telat nutup jendela, ditendang.

Sambil jongkok, ditendang kepalanya,” lanjutnya.

Di sisi lain, Erin membantah tuduhan tersebut.

Ia justru mengambil langkah hukum dengan melaporkan pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi tidak benar.

Erin menilai isu yang beredar telah merugikan nama baiknya.

Pihak kepolisian diketahui telah menerima laporan dari kedua belah pihak.

Baca juga di sini: Tak Perlu Repot Datangi Dealer untuk Beli Mobil Bekas

Saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung guna mengumpulkan bukti serta keterangan saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya.