Tanta Ginting: Film atau Musikal, Mana Pilihanmu?

oleh -6 Dilihat
Tanta Ginting: Film atau Musikal, Mana Pilihanmu?

KabarDermayu.com – Aktor Tanta Ginting kembali menarik perhatian publik setelah memutuskan untuk kembali terlibat dalam dunia drama musikal melalui pementasan bertajuk “MAR”. Keputusannya ini memunculkan sebuah pertanyaan menarik: jika dihadapkan pada pilihan, apakah ia lebih memilih karier di dunia akting film atau fokus pada drama musikal?

Alih-alih memberikan jawaban yang lugas, Tanta Ginting justru mengungkapkan pandangannya yang mendalam. Ia membeberkan fakta bahwa dunia musikal merupakan tantangan paling kompleks yang pernah ia hadapi sepanjang kariernya sebagai seorang aktor.

Menurut Tanta, dunia musikal memiliki tuntutan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan akting dalam sebuah film. Ia menekankan bahwa seorang aktor yang tampil dalam sebuah pertunjukan musikal dituntut untuk menguasai berbagai kemampuan sekaligus.

“Jadi sebenarnya dari semua itu, kalau misalnya dirunut, paling mendasar sebenarnya kita semua itu harus bisa musikal. Karena musikal kan ada tiga aspek yang harus dikuasai, yaitu gerak tubuh, olah vokal, dan acting,” ungkap Tanta Ginting saat ditemui di Jakarta pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Penjelasan Tanta ini menyiratkan bahwa sekadar kemampuan berakting saja tidaklah cukup. Seorang aktor musikal wajib memiliki kemampuan vokal yang baik dengan teknik yang tepat, sekaligus mampu bergerak mengikuti koreografi yang telah ditentukan. Semua aspek ini harus ditampilkan secara bersamaan dalam satu kesatuan pertunjukan.

Lebih lanjut, Tanta Ginting menyoroti satu aspek krusial yang membuat pertunjukan musikal terasa jauh lebih menantang dibandingkan film. Aspek tersebut adalah sifatnya yang serba langsung atau live di atas panggung.

“Bukan cuma tiga aspek yang harus kita kuasai, tapi semuanya kan live. Nyanyinya juga live… dan kita gak boleh miss aja, kalau kita miss musik harus jalan terus,” ungkapnya lebih lanjut.

Perjalanan Tanta di dunia pertunjukan musikal sempat mengalami jeda yang cukup panjang. Ia mengaku terpaksa meninggalkan panggung musikal di masa lalu karena minimnya ekosistem yang mendukung perkembangan seni tersebut di Indonesia.

“Jadi akhirnya aku dengan berat hati harus meninggalkan dunia musikal karena memang tidak ada komunitasnya,” kata Tanta.

Sejak saat itu, Tanta Ginting lebih banyak mencurahkan fokus kariernya pada dunia perfilman. Namun, seiring dengan perkembangan industri musikal di tanah air yang semakin menunjukkan geliatnya, peluang baginya untuk kembali ke panggung pun terbuka lebar.

Ketika mendapatkan tawaran untuk bergabung dalam musikal “MAR”, Tanta Ginting tidak ragu untuk menerima tantangan tersebut. Ia melihatnya sebagai sebuah kesempatan emas untuk kembali menekuni bidang yang dicintainya.

“Aku gak akan nolak sih dan aku akan belajar semati-matinya sampai bisa jadi bagian musikal,” tegasnya.

Menariknya, Tanta justru melihat tingkat kesulitan yang melekat pada pertunjukan musikal sebagai daya tarik utamanya. Ia merasa bahwa tantangan besar yang harus dihadapi di atas panggung itulah yang membuat pengalamannya menjadi lebih berharga dan memuaskan.

“Kesulitan itu yang bikin kita jadi pengen deh gitu lagi,” tambahnya.

Menurut Tanta, fenomena ini juga mulai terlihat di kalangan aktor film lainnya. Banyak dari mereka yang kini mulai menunjukkan ketertarikan untuk mencoba dunia musikal, didorong oleh rasa penasaran terhadap kompleksitas seni pertunjukan ini. Ia bahkan berani menyebut bahwa musikal merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan tertinggi.

Meskipun Tanta Ginting tidak secara tegas menyatakan preferensinya antara film atau musikal, pernyataannya secara implisit menunjukkan bahwa drama musikal memiliki tempat yang sangat istimewa dalam perjalanan kariernya sebagai seorang seniman. Film mungkin menawarkan zona nyaman baginya, namun musikal justru memberikan ruang untuk menghadapi tantangan yang mendorongnya untuk terus berkembang dan mengasah kemampuannya.

Baca juga di sini: Klok Dituding Rasis, Kurzawa Buka Suara: Saya Kenal Sosoknya

Bagi Tanta Ginting, intinya bukanlah soal memilih mana yang lebih mudah atau lebih populer. Melainkan bagaimana ia secara konsisten dapat terus belajar, serta menaklukkan batas-batas kemampuannya sendiri melalui berbagai medium seni yang ia geluti.