Terpopuler: Pemuda Manokwari Berhasil Seleksi AC Milan, Pelatih Timnas Soroti Kelemahan Pemain Muda RI

oleh -6 Dilihat
Terpopuler: Pemuda Manokwari Berhasil Seleksi AC Milan, Pelatih Timnas Soroti Kelemahan Pemain Muda RI

KabarDermayu.com – Sejumlah artikel menarik di kanal VIVA Bola berhasil menyita perhatian pembaca dan masuk dalam daftar terpopuler sepanjang Sabtu, 2 Mei 2026. Salah satu berita yang paling disorot adalah kisah inspiratif seorang pemuda asal Manokwari yang sempat lolos seleksi AC Milan.

Selain itu, pernyataan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengenai kelemahan fisik dan mental para pemain muda Indonesia juga menjadi topik hangat yang banyak dibahas.

Berikut adalah rangkuman lengkap artikel terpopuler di VIVA Bola yang dirangkum dalam edisi kali ini:

1. Sempat Tembus Seleksi AC Milan, Pemuda Manokwari Pilih Jadi Prajurit TNI

Kisah hidup Falen Mariar, seorang prajurit TNI asal Manokwari, telah mencuri perhatian publik. Ia pernah berhasil lolos seleksi AC Milan Camp Junior pada tahun 2011 di Bali, sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pemuda dari tanah Papua.

Namun, alih-alih meniti karier di dunia sepak bola profesional Eropa, Falen justru memilih jalan hidup yang berbeda. Keputusannya untuk mengabdi sebagai prajurit TNI menunjukkan dedikasi dan komitmennya terhadap negara.

Kisah ini menjadi bukti bahwa pilihan hidup seseorang dapat membawa dampak yang signifikan, dan setiap jalan memiliki tantangan serta kebanggaannya sendiri. Keputusan Falen untuk menjadi prajurit TNI, meskipun meninggalkan impian sepak bola, tetap patut diapresiasi sebagai bentuk pengabdian.

2. Shin Tae-yong Ungkap Kelemahan Pemain Muda Indonesia, Sebut Ada Masalah di Mental dan Fisik

Shin Tae-yong (STY), mantan pelatih Timnas Indonesia, memberikan pandangannya mengenai kualitas pesepakbola muda di Indonesia. Ia mengakui bahwa talenta mereka sangat menjanjikan, namun masih terdapat pekerjaan rumah besar yang perlu dibenahi.

Menurut STY, kelemahan utama yang menghambat perkembangan pemain muda Indonesia terletak pada dua aspek krusial: fisik dan mental. Keduanya merupakan fondasi penting dalam membangun seorang atlet profesional yang tangguh.

Kelemahan fisik dapat membatasi performa pemain di lapangan, sementara masalah mental bisa mempengaruhi konsistensi, ketahanan dalam tekanan, dan kemampuan untuk bangkit dari kegagalan. Pernyataan ini menjadi sorotan penting bagi para pemangku kepentingan sepak bola Indonesia untuk merancang program pembinaan yang lebih komprehensif.

Baca juga di sini: Pertamina Patra Niaga Ungkap Langkah Transparan dalam Pengurangan Emisi

3. Ngeri! Penyerang Timnas Irak Aymen Hussein Disebut Bakal Gabung Persib Musim Depan

Kabar mengejutkan beredar di kalangan pendukung Persib Bandung, Bobotoh. Muncul laporan dari media sosial yang mengindikasikan bahwa Aymen Hussein, penyerang andalan Timnas Irak, masuk dalam radar transfer Persib untuk musim 2026/2027.

Potensi kedatangan pemain asing berkualitas seperti Aymen Hussein tentu akan menjadi tambahan amunisi yang signifikan bagi lini serang Maung Bandung. Kehadirannya berpotensi meningkatkan daya gedor tim dan memberikan warna baru dalam persaingan Liga 1.

Meskipun kabar ini masih sebatas rumor, namun telah berhasil memantik antusiasme para penggemar yang berharap Persib dapat mendatangkan pemain berkualitas untuk bersaing di papan atas musim depan.

4. Marc Klok Bantah Tuduhan Rasis dari Bhayangkara: Saya Bilang Back, Bukan Black

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan rasisme yang dilayangkan kepadanya dalam laga melawan Bhayangkara FC. Insiden tersebut terjadi di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pada hari Kamis, 30 April 2026.

Klok menegaskan bahwa ucapan yang dilontarkannya bukanlah bernada rasis, melainkan sebuah instruksi taktis. Ia menyatakan bahwa kata yang diucapkannya adalah “back”, yang merujuk pada posisi bertahan, bukan “black” yang bisa disalahartikan sebagai unsur rasis.

Klarifikasi ini penting untuk meredakan ketegangan dan kesalahpahaman yang mungkin timbul di lapangan. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas dan akurat dalam pertandingan sepak bola.

5. Tolak Salaman dengan Israel, Presiden Federasi Palestina Semprot Gianni Infantino: Anda Tak Tahu Penderitaan Kami

Dalam Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Vancouver, Kanada, pada Kamis, 30 April 2026, Presiden FIFA Gianni Infantino berupaya mengkampanyekan perdamaian. Ia mencoba mengajak delegasi Palestina dan Israel untuk berjabat tangan di atas panggung.

Namun, upaya tersebut mendapatkan respons tegas dari Presiden Federasi Sepak Bola Palestina. Ia menolak tawaran jabat tangan tersebut dan secara langsung menyemprot Gianni Infantino, menyatakan bahwa FIFA dan Infantino belum sepenuhnya memahami penderitaan yang dialami rakyat Palestina.

Penolakan ini mencerminkan kompleksitas situasi politik yang turut mempengaruhi dunia olahraga. Isu kemanusiaan dan keadilan menjadi sorotan utama dalam momen tersebut, menunjukkan bahwa sepak bola tidak bisa lepas dari konteks sosial dan politik yang lebih luas.