Letusan Gunung Semeru Setinggi 900 Meter

oleh -6 Dilihat
Letusan Gunung Semeru Setinggi 900 Meter

KabarDermayu.com – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Minggu pagi.

Tinggi kolom abu letusan dilaporkan mencapai 900 meter di atas puncak gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang.

Informasi ini disampaikan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melalui laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu. Abu tersebut membumbung tinggi dan bergerak ke arah barat daya.

Sigit menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 08.00 WIB. Ketinggian kolom letusan diperkirakan mencapai 900 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kejadian erupsi ini terekam oleh seismograf. Tercatat amplitudo maksimum mencapai 22 mm dengan durasi 111 detik.

Selama periode enam jam pada Minggu pagi, tepatnya dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, aktivitas Gunung Semeru didominasi oleh gempa letusan atau erupsi.

Terjadi sebanyak 18 kali gempa letusan dengan amplitudo bervariasi antara 10 hingga 22 mm. Durasi gempa-gempa ini berkisar antara 89 hingga 201 detik.

Selain gempa letusan, Semeru juga tercatat mengalami satu kali gempa embusan. Gempa ini memiliki amplitudo 4 mm dan durasi 60 detik.

Ada pula satu kali gempa harmonik yang terekam dengan amplitudo 10 mm dan durasi 148 detik.

Aktivitas seismik lainnya yang tercatat adalah satu kali gempa tektonik jauh. Gempa ini memiliki amplitudo 6 mm, rasio S-P 53 detik, dan durasi 140 detik.

Saat ini, Gunung Semeru berstatus Level III atau Siaga. Status ini diikuti dengan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara. Area yang dimaksud adalah sepanjang Besuk Kobokan, dengan radius hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Bahkan di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas.

Jarak aman yang direkomendasikan adalah 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan.

Hal ini penting karena area tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar, yang dapat mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru.

Area ini dianggap rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang bisa terjadi saat erupsi.

Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar.

Ancaman ini terutama berlaku di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Fokus perhatian diberikan pada beberapa aliran sungai utama, yaitu Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Baca juga di sini: Zayn Malik: Kabar Terbaru Usai Rawat Inap dan Pembatalan 21 Jadwal Tur

Potensi lahar juga patut diwaspadai di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.