Iran Ultimatum AS: Bahas Nuklir Jika Isu Ini Disepakati

oleh -4 Dilihat
Iran Ultimatum AS: Bahas Nuklir Jika Isu Ini Disepakati

KabarDermayu.com – Pemerintah Iran telah menetapkan syarat tegas terkait pembahasan program nuklirnya dengan Amerika Serikat. Iran menyatakan kesediaannya untuk berdialog mengenai isu nuklir hanya setelah tercapainya kesepakatan pada persoalan lain yang mendesak.

Isu-isu tersebut mencakup pencabutan blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz, serta penghentian konflik bersenjata yang terjadi di Iran dan Lebanon. Pernyataan ini dilaporkan oleh Sputnik, mengutip Axios, pada hari Minggu.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan RIA Novosti, yang dikutip pada Minggu, 3 Mei 2026, Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, kembali menegaskan posisi negaranya. Beliau menyatakan bahwa berdasarkan doktrin keamanan nasional dan fatwa dari pemimpin tertinggi Iran, Teheran berulang kali menekankan bahwa Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.

Jalali menambahkan bahwa program nuklir Iran sepenuhnya bersifat damai dan ditujukan untuk kemaslahatan negara. Penegasan ini bertujuan untuk mengklarifikasi persepsi internasional mengenai aktivitas nuklir Iran.

Baca juga di sini: Penyitaan Rp40 Miliar dari Geng Motor, Apa Sumber Pendapatannya?

Sebelumnya, media-media di Iran telah melaporkan adanya sebuah rencana penyelesaian damai yang diajukan oleh Teheran kepada Amerika Serikat dan Israel. Rencana ini terdiri dari 14 poin penting.

Di antara poin-poin tersebut, terdapat tuntutan agar Amerika Serikat memberikan pembayaran ganti rugi kepada Iran. Selain itu, rencana ini juga mengusulkan pembentukan mekanisme baru untuk mengatur pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut sumber yang memahami secara mendalam rencana tersebut, usulan dari pihak Iran ini menetapkan sebuah tenggat waktu yang jelas. Perundingan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade laut oleh AS harus diselesaikan dalam kurun waktu satu bulan.

Bersamaan dengan itu, penghentian perang di Iran dan Lebanon juga menjadi bagian dari kesepakatan awal yang dituntut. Setelah semua isu ini mencapai titik temu dan kesepakatan tercapai, barulah tahapan perundingan selanjutnya akan dimulai.

Tahap kedua ini akan berlangsung selama tambahan satu bulan, dengan fokus utama untuk mencapai kesepakatan definitif terkait program nuklir Iran.

Perlu diingat kembali bahwa Amerika Serikat dan Israel diketahui telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan ini dilaporkan telah merenggut lebih dari 3.000 korban jiwa.

Setelah eskalasi konflik tersebut, Amerika Serikat dan Iran akhirnya mengumumkan gencatan senjata pada tanggal 8 April. Gencatan senjata ini diharapkan dapat membuka jalan bagi dialog.

Namun, upaya perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, sayangnya berakhir tanpa mencapai hasil yang signifikan. Ketidaksepakatan ini kemudian berujung pada keputusan Amerika Serikat untuk memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Saat ini, berbagai pihak yang bertindak sebagai mediator tengah berupaya keras untuk mengatur gelombang baru perundingan damai. Tujuannya adalah untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi diplomatik atas berbagai isu yang kompleks ini.