Bojan Hodak Ungkap Kekuatan PSIM Jelang Laga Penting Melawan Persib

oleh -6 Dilihat
Bojan Hodak Ungkap Kekuatan PSIM Jelang Laga Penting Melawan Persib

KabarDermayu.com – Persib Bandung tidak boleh lengah meski diunggulkan saat menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League musim 2025-2026. Pertandingan krusial yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 15.30 WIB diprediksi akan menyajikan laga yang tidak mudah bagi tim tuan rumah.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, secara terang-terangan mengungkapkan satu aspek yang membuatnya sangat waspada terhadap PSIM. Bukan lini serang lawan, melainkan soliditas pertahanan PSIM yang dinilainya sangat terorganisir dan sulit untuk ditembus.

Situasi ini semakin menantang bagi Persib yang hanya memiliki jeda persiapan yang singkat pasca melakoni pertandingan tandang sebelumnya. Meskipun demikian, Hodak melihat ada modal penting yang dapat diandalkan oleh timnya untuk menghadapi laga tersebut.

“Kami hanya memiliki waktu empat hari di antara pertandingan. Namun, hasil dan performa terakhir kami sangat baik, terutama di babak kedua,” ujar Hodak, mengutip dari laman resmi klub pada Minggu, 3 Mei 2026.

Namun, pelatih asal Kroasia itu menekankan bahwa momentum positif saja tidak cukup. Ia menilai PSIM adalah tipe tim yang mampu merepotkan lawan mana pun berkat organisasi permainan mereka yang sangat rapi.

“Kami fokus pada tim yang memiliki organisasi permainan yang baik dan sulit dikalahkan dalam setiap pertandingan. Bahkan ketika mereka kalah, selisih golnya selalu tipis, hanya satu gol,” jelas Hodak.

Ia menambahkan, tidak ada yang boleh meremehkan tim yang menunjukkan etos kerja keras.

Baca juga di sini: Duel Panas Pelupessy vs Oratmangoen Jelang FIFA Matchday Juni 2026

Catatan mengenai kekuatan pertahanan PSIM ini bukan tanpa dasar. Sepanjang musim ini, PSIM memang dikenal kerap memberikan perlawanan sengit, bahkan ketika berhadapan dengan tim-tim papan atas. Kekalahan tipis yang sering mereka alami menjadi bukti betapa solidnya lini belakang tim asal Yogyakarta tersebut.

Di sisi lain, Persib memiliki modal kuat saat bermain di kandang sendiri. Mereka belum pernah merasakan kekalahan di Stadion GBLA musim ini, dengan catatan 14 kemenangan dan satu hasil imbang dari total 15 pertandingan yang telah dilakoni. Statistik kandang yang impresif ini membuat peluang Persib untuk meraih tiga poin tetap terbuka lebar.

Meskipun begitu, tekanan tetap membayangi. Persib saat ini memuncaki klasemen sementara dengan raihan 69 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC yang berada di posisi kedua. Hal ini berarti, satu kesalahan saja bisa berdampak signifikan pada peluang mereka untuk meraih gelar juara musim ini.

Hodak pun tidak menampik bahwa pertandingan melawan PSIM akan berjalan dengan sangat ketat.

“Jadi saya memperkirakan pertandingan yang sulit. Namun, saya berharap tim bisa mendapatkan hasil yang positif,” tutupnya.

Laga melawan PSIM ini bukan sekadar perebutan tiga poin biasa, melainkan penentu arah perburuan gelar juara. Persib wajib meraih kemenangan jika tidak ingin posisinya di puncak klasemen terancam oleh pesaingnya, terutama di pekan-pekan krusial menjelang akhir musim.

Klasemen Sementara BRI Super League 2025/2026 (Pekan ke-30):

  • Persib Bandung: Main 30 kali, menang 21, seri 6, kalah 3, mencetak 54 gol, kebobolan 20 gol, selisih +34, poin 69.
  • Borneo FC: Main 30 kali, menang 22, seri 3, kalah 5, mencetak 62 gol, kebobolan 28 gol, selisih +34, poin 69.
  • Persija Jakarta: Main 30 kali, menang 19, seri 5, kalah 6, mencetak 56 gol, kebobolan 26 gol, selisih +30, poin 62.
  • Malut United: Main 31 kali, menang 15, seri 7, kalah 9, mencetak 66 gol, kebobolan 43 gol, selisih +23, poin 52.
  • Persebaya: Main 31 kali, menang 14, seri 9, kalah 8, mencetak 49 gol, kebobolan 35 gol, selisih +14, poin 51.
  • Bhayangkara FC: Main 30 kali, menang 14, seri 5, kalah 11, mencetak 41 gol, kebobolan 38 gol, selisih +3, poin 47.
  • Dewa United: Main 30 kali, menang 14, seri 5, kalah 11, mencetak 38 gol, kebobolan 35 gol, selisih +3, poin 47.
  • Bali United: Main 30 kali, menang 12, seri 9, kalah 9, mencetak 50 gol, kebobolan 42 gol, selisih +8, poin 45.
  • Persita: Main 30 kali, menang 13, seri 5, kalah 12, mencetak 36 gol, kebobolan 28 gol, selisih +8, poin 44.
  • Arema FC: Main 30 kali, menang 10, seri 9, kalah 11, mencetak 40 gol, kebobolan 41 gol, selisih -1, poin 39.
  • PSIM: Main 30 kali, menang 9, seri 12, kalah 9, mencetak 38 gol, kebobolan 39 gol, selisih -1, poin 39.
  • Persik: Main 30 kali, menang 9, seri 6, kalah 15, mencetak 35 gol, kebobolan 51 gol, selisih -16, poin 33.
  • Persijap: Main 30 kali, menang 8, seri 7, kalah 15, mencetak 28 gol, kebobolan 43 gol, selisih -15, poin 31.
  • PSM Makassar: Main 30 kali, menang 7, seri 10, kalah 13, mencetak 36 gol, kebobolan 41 gol, selisih -5, poin 31.
  • Madura United: Main 30 kali, menang 7, seri 8, kalah 15, mencetak 31 gol, kebobolan 49 gol, selisih -18, poin 29.
  • Persis: Main 31 kali, menang 6, seri 9, kalah 16, mencetak 35 gol, kebobolan 58 gol, selisih -23, poin 27.
  • Semen Padang: Main 30 kali, menang 5, seri 5, kalah 20, mencetak 22 gol, kebobolan 51 gol, selisih -29, poin 20.
  • PSBS Biak: Main 31 kali, menang 4, seri 6, kalah 21, mencetak 29 gol, kebobolan 78 gol, selisih -49, poin 18.